Gubernur Jatim Teken PKS PSEL Jawa Timur, Ubah Sampah Jadi Energi Bersih
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menandatangani PKS PSEL Jawa Timur bersama tujuh kepala daerah, wujudkan solusi energi terbarukan dari limbah dan lingkungan berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) penting. PKS ini berfokus pada pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di wilayahnya. Penandatanganan ini dilakukan bersama tujuh bupati dan wali kota dari Surabaya Raya serta Malang Raya.
Acara bersejarah ini berlangsung pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah provinsi. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah sampah sekaligus mengembangkan sumber energi terbarukan.
Penandatanganan PKS PSEL ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Inisiatif ini diharapkan mampu mengubah limbah menjadi potensi besar. Hal ini juga akan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Kolaborasi Lintas Daerah Wujudkan PSEL Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa kolaborasi antar daerah menjadi kunci utama. Implementasi PSEL ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025. Peraturan tersebut mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.
Untuk kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah harian mencapai sekitar 1.100 ton. Angka ini terdiri dari Kota Surabaya 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Sidoarjo 150 ton, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL di Surabaya Raya direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.
Sementara itu, di Malang Raya, total pasokan sampah mencapai 1.138,9 ton per hari. Pasokan ini berasal dari Kabupaten Malang 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu 38,09 ton per hari. Pembangunan fasilitas PSEL di Malang Raya akan berlokasi di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah. Mereka berupaya menciptakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah dan energi.
Jawa Timur Pelopor Pengelolaan Sampah Nasional
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi capaian Jawa Timur. Provinsi ini memiliki pengelolaan sampah tertinggi secara nasional, yaitu 52,7 persen. Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya 24,95 persen.
"Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru 24,95 persen," ujar Menteri Hanif. Ia menambahkan, "Artinya, apa yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional. Ini prestasi yang sangat luar biasa."
Menteri Hanif juga menyoroti penanganan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di Jawa Timur. Penanganan di provinsi ini dinilai lebih baik dibandingkan rata-rata nasional. Ia mendorong daerah lain untuk menjadikan Jawa Timur sebagai rujukan pengelolaan sampah.
Prestasi ini menunjukkan efektivitas kebijakan dan implementasi di lapangan. Hal ini menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam upaya mencapai target pengelolaan sampah nasional.
Komitmen Pemprov Jatim untuk Lingkungan Berkelanjutan
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal. Pemprov akan melakukan koordinasi, monitoring, dan evaluasi secara berkala. Selain itu, fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah akan dilakukan secara akuntabel dan transparan.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara ikhtiar lahir dan batin. Sinergi ini dianggap krusial dalam mendukung keberhasilan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Timur. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan PSEL.
Inisiatif PSEL Jawa Timur ini bukan hanya tentang pengelolaan limbah. Ini juga merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian energi. Serta, menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov dan kolaborasi antar daerah, proyek PSEL ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan. Proyek ini akan menjadi model pengelolaan sampah terintegrasi yang efisien dan ramah lingkungan.
- Pasokan Sampah Surabaya Raya:
- Kota Surabaya: 600 ton/hari
- Kabupaten Gresik: 250 ton/hari
- Kabupaten Sidoarjo: 150 ton/hari
- Kabupaten Lamongan: 100 ton/hari
- Total: Sekitar 1.100 ton/hari
- Lokasi PSEL: Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya
- Kabupaten Malang: 600 ton/hari
- Kota Malang: 500 ton/hari
- Kota Batu: 38,09 ton/hari
- Total: 1.138,9 ton/hari
- Lokasi PSEL: Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang
Sumber: AntaraNews