Pemerintah Kebut Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Banten dan Jawa Tengah
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah
Pemerintah pusat mempercepat penanganan darurat sampah melalui pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah, khususnya di Banten dan Jawa Tengah.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), pemerintah daerah di wilayah Serang Raya dan Semarang Raya, serta pemerintah provinsi terkait. Program ini juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak.
"Pembangunan PSEL ini merupakan langkah strategis yang diambil dalam menjawab permasalahan darurat sampah di berbagai daerah," ujar Hanif.
Sebagai tahap awal, pemerintah akan membangun dua fasilitas PSEL di Provinsi Banten, masing-masing di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan Cilowong, Kota Serang. Kedua proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga tahun.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 4.000 ton sampah per hari yang akan dikonversi menjadi energi listrik. Pendanaan proyek ini berasal dari Danantara sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur berbasis energi.
Selain di Banten, pengembangan PSEL juga dilakukan di wilayah Semarang Raya, yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Saat ini, kawasan tersebut menghasilkan sekitar 1.627 ton sampah per hari.
Target jadi Energi Listrik
Melalui proyek ini, sekitar 1.100 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik, sehingga diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Diharapkan Efektif
Dengan kapasitas tersebut, hampir seluruh sampah di Kota Semarang diharapkan dapat tertangani secara lebih efektif. Sementara itu, Kabupaten Kendal juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah melalui sistem terintegrasi berbasis energi.
Pemerintah menilai percepatan pembangunan PSEL menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah nasional sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.