Pemkab Serang Maksimalkan TPS3R Sembari Menanti PSEL, Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Serang

Pemerintah Kabupaten Serang mengoptimalkan peran TPS3R sebagai langkah transisi dalam Pengelolaan Sampah Serang, menunggu rampungnya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan dapat mengatasi tumpukan sampah di masa depan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Serang Maksimalkan TPS3R Sembari Menanti PSEL, Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Serang
Pemerintah Kabupaten Serang mengoptimalkan peran TPS3R sebagai langkah transisi dalam Pengelolaan Sampah Serang, menunggu rampungnya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan dapat mengatasi tumpukan sampah di masa depan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tengah mengambil langkah proaktif dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya. Mereka memaksimalkan peran Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk memilah limbah langsung dari sumbernya. Upaya ini dilakukan sembari menantikan rampungnya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang lebih besar.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan bahwa optimalisasi TPS3R dan pemilahan sampah merupakan fase transisi krusial. Ia optimis bahwa program PSEL dari pemerintah pusat akan menjadi solusi permanen bagi tumpukan sampah di 29 kecamatan. "Jadi untuk sampah masih kita pilah melalui TPS3R. Saat ini, kita juga sudah ada kerja sama dengan Pemkot Serang untuk membuang sebagian sampah ke TPSA Cilowong. Kami meyakini dengan adanya program PSEL ini, persoalan sampah akan terselesaikan di masa datang," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan PSEL. PKS tersebut melibatkan Pemprov Banten, Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang di Pendopo Gubernur Banten. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pemkab Serang secara serius menggarap potensi TPS3R sebagai garda terdepan dalam Pengelolaan Sampah Serang. Fasilitas ini berperan vital dalam memilah limbah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Pendekatan ini bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Bupati Ratu Rachmatuzakiyah menekankan pentingnya pemilahan sampah di tingkat hulu. Dengan memaksimalkan TPS3R, diharapkan masyarakat semakin sadar akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Langkah ini juga menjadi jembatan penting sebelum fasilitas PSEL beroperasi penuh di masa mendatang.

Kerja sama dengan Pemkot Serang untuk pembuangan sebagian sampah ke TPSA Cilowong juga menjadi bagian dari strategi ini. Ini menunjukkan upaya kolaboratif antar daerah dalam mencari solusi penanganan sampah. Sinergi ini diharapkan dapat meringankan beban TPA yang ada.

Fasilitas PSEL digadang-gadang akan menjadi jawaban definitif bagi persoalan Pengelolaan Sampah Serang Raya. Rencananya, PSEL untuk kawasan aglomerasi Serang Raya akan dipusatkan di Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Lokasi strategis ini diharapkan mampu melayani kebutuhan beberapa wilayah.

Fasilitas PSEL tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.000 ton sampah per hari. Jumlah ini mencakup limbah dari Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang. Skala besar ini menunjukkan ambisi untuk menyelesaikan masalah sampah secara komprehensif.

Pembangunan dua proyek Pengolahan Sampah menjadi PSEL di Provinsi Banten akan berlokasi di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan TPSA Cilowong, Kota Serang. Pendanaan proyek vital ini akan didukung oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kehadiran PSEL diharapkan tidak hanya mengatasi sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik kesepakatan aglomerasi ini sebagai terobosan penting. Ia melihat program PSEL bukan sekadar solusi kebersihan lingkungan semata. Lebih dari itu, PSEL memiliki dampak strategis dalam memperkuat ketahanan energi daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam proyek ini. Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa "Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan." Kolaborasi ini adalah fondasi untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang modern.

Pembangunan PSEL ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mencari solusi inovatif. Dengan mengubah sampah menjadi energi, Banten tidak hanya mengatasi masalah lingkungan. Provinsi ini juga berkontribusi pada kemandirian energi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi