Mendagri Sebut Gaji PPPK Bisa Dilakukan Jika Daerah Berani Efisiensi
Mendagri Tito minta daerah efisiensi anggaran dan tingkatkan PAD untuk bayar PPPK. Belanja seremonial dinilai bisa dipangkas demi gaji pegawai.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti persoalan pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang masih dihadapi sejumlah pemerintah daerah.
Ia menilai kendala anggaran dapat diatasi apabila kepala daerah melakukan efisiensi belanja yang tidak prioritas.
Pernyataan itu disampaikan Tito usai rapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
"Yang pertama daerah itu harus melakukan efisiensi belanja-belanja yang lain. Saya khawatir mereka belum melakukan itu," kata Tito.
Soroti Belanja Seremonial hingga Honor
Tito menjelaskan, sejumlah pos anggaran dinilai masih berpotensi ditekan, terutama pengeluaran yang bersifat rutin dan tidak mendesak.
Ia mencontohkan biaya rapat, perjalanan dinas, hingga konsumsi dan honor kegiatan.
"Efisiensi misalnya rapat-rapat, perjalanan dinas, makan-minum, honor-honor. Ada daerah yang bisa melakukan efisiensi dan efisiensi itu bisa menutup untuk membayar PPPK. Ada yang seperti itu," sebutnya.
Menurut dia, jika penghematan dilakukan secara konsisten, maka alokasi tersebut dapat dialihkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji PPPK di daerah.
Daerah Diminta Cari Sumber Pendapatan Baru
Selain efisiensi belanja, Tito juga meminta pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pusat.
Ia mendorong kepala daerah untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara lebih optimal.
"Ya, kemudian yang kedua, daerah juga harus kreatif mencari pendapatan baru, tidak hanya dengan mengandalkan TKD (Transfer ke Daerah). Itulah gunanya kepala daerah. Kalau cuma kerja-kerja rutin aja, ngabisin APBD, semua orang bisa," tegasnya.
Ia menambahkan, sektor pajak daerah seperti restoran serta penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat menjadi sumber tambahan pendapatan.
Terkait isu kemungkinan pemutusan kontrak PPPK, Tito meminta agar tidak disikapi secara berlebihan. Ia menyebut masih ada waktu bagi pemerintah daerah untuk menata kembali struktur anggaran.
Untuk memastikan langkah efisiensi berjalan, Tito juga berencana menurunkan tim guna melakukan audit belanja daerah di sejumlah wilayah.
"Saya akan turunkan tim seperti kemarin ke Sulawesi Barat, Dirjen Keuangan Daerah sudah turun ke sana. Nanti ke NTT kita akan lihat, di NTT sudah belum melakukan efisiensi?," pungkasnya.