LSP Unhas Perkuat Program dan Tata Kelola Sertifikasi untuk Daya Saing Mahasiswa
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unhas fokus memperkuat program dan tata kelola sertifikasi di tahun 2026, demi menghasilkan mahasiswa berkompetensi tinggi dan berdaya saing di dunia kerja.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan diskusi kelompok terpumpun di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat program strategis serta arah kebijakan dan tata kelola kelembagaan LSP Unhas untuk tahun 2026.
Ketua LSP Unhas, Mukti Ali, menjelaskan bahwa diskusi ini fokus membahas program kerja guna mengoptimalkan rencana lembaga pada 2026. Penetapan lini masa dan penegasan pembagian tugas masing-masing manajer menjadi poin penting dalam agenda tersebut.
LSP Unhas berkomitmen agar seluruh kegiatannya terukur, terencana, dan selaras dengan kebijakan Universitas Hasanuddin. Hal ini sejalan dengan rencana strategis Unhas yang perlu diterjemahkan oleh setiap unit kerja, termasuk LSP Unhas.
Optimalisasi Skema dan Asesor Sertifikasi
Sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi P1 yang bernaung di bawah universitas, LSP Unhas kini telah memiliki 65 skema sertifikasi. Seluruh skema ini telah mendapatkan pengakuan resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain itu, LSP Unhas juga diperkuat dengan keberadaan 147 asesor kompeten yang siap menjalankan tugasnya. Jumlah asesor ini diharapkan akan terus bertambah seiring dengan perluasan ruang lingkup sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga.
Pengembangan jumlah skema dan asesor merupakan langkah strategis dalam memastikan kualitas dan jangkauan layanan sertifikasi. Hal ini krusial untuk memenuhi standar kompetensi yang terus berkembang di berbagai sektor industri dan mendukung visi Unhas sebagai perguruan tinggi unggul.
Sertifikasi Kompetensi untuk Mahasiswa Berdaya Saing
Sebagai lembaga sertifikasi yang berada di bawah institusi pendidikan, LSP Unhas menempatkan mahasiswa sebagai sasaran utama. Proses sertifikasi ini dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dalam berbagai skema yang relevan.
Sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Unhas dirancang agar selaras dengan kurikulum dan proses pembelajaran mahasiswa. Integrasi ini memastikan bahwa sertifikasi memberikan nilai tambah yang relevan dengan bidang studi mereka, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan profesional.
"Kami ingin menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi dan berdaya saing," ujar Mukti Ali. Ia menambahkan bahwa hal ini didukung oleh skema uji kompetensi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang terus berubah.
Dengan fokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa, LSP Unhas tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Hasanuddin. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan sumber daya manusia Indonesia.
Visi Strategis dan Dampak Jangka Panjang
Penguatan program dan tata kelola LSP Unhas merupakan bagian integral dari rencana strategis Universitas Hasanuddin secara keseluruhan. Keterukuran dan perencanaan yang matang menjadi kunci dalam setiap kegiatan unit kerja.
Selaras dengan visi Unhas, LSP berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik. Namun juga pada pengembangan keterampilan praktis yang dibutuhkan industri.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lulusan Unhas. Mereka akan lebih siap bersaing di pasar kerja global dengan bekal sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Sumber: AntaraNews