Tonggak Penting! UIN Ar-Raniry Resmi Raih Lisensi LSP dari BNSP, Tingkatkan Daya Saing Lulusan
UIN Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari BNSP, menandai komitmen serius dalam menghasilkan lulusan kompeten dan siap kerja.
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh telah resmi meraih lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pencapaian ini berdasarkan Keputusan Ketua BNSP Nomor Kep/2197/BNSPIX/2025 yang diterbitkan pada 19 September 2025. Pengumuman penting ini disampaikan di Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada hari Jumat.
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menyatakan bahwa lisensi ini merupakan tonggak penting bagi universitas. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing lulusan serta memperkuat posisi UIN Ar-Raniry menuju status universitas kelas dunia. Keberadaan LSP juga menegaskan UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan zaman.
Mujiburrahman berharap LSP UIN Ar-Raniry dapat menjadi jembatan penghubung yang efektif antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri. Pihak universitas juga sedang mempersiapkan pendirian lembaga pelatihan kerja (LPK) dengan dukungan dari Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Peningkatan Daya Saing Lulusan dan Visi Universitas Kelas Dunia
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menegaskan bahwa perolehan lisensi LSP ini adalah bagian dari strategi besar universitas. Tujuannya adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Ini sejalan dengan visi untuk menjadi universitas kelas dunia yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap LSP UIN Ar-Raniry menjadi jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri," kata Mujiburrahman. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim LSP yang telah berhasil membawa universitas ini mencapai standar nasional BNSP.
Selain itu, UIN Ar-Raniry juga berencana mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang mendapat dukungan penuh dari Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Inisiatif ini sangat krusial, terutama mengingat Aceh menerapkan syariat Islam. Adanya LPK dan dukungan BPJPH akan memastikan semua produk memiliki jaminan halal, memberikan nilai tambah signifikan bagi masyarakat.
Perjalanan Panjang Menuju Lisensi LSP BNSP
Direktur LSP UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Khatib A Latief, menjelaskan bahwa lisensi ini merupakan hasil dari proses panjang. Proses tersebut dimulai sejak Juli 2024 dengan pembentukan Panitia Persiapan Pendirian LSP. Panitia ini bertugas menyiapkan seluruh aspek kelembagaan, administrasi, dan operasional yang diperlukan.
“Pendirian LSP ini merupakan bentuk komitmen serius UIN Ar-Raniry dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui industri,” ujar Khatib A Latief. Pernyataan ini menunjukkan fokus universitas pada relevansi lulusan dengan pasar kerja.
Perjalanan menuju lisensi BNSP ditempuh melalui serangkaian tahapan yang ketat. Tahapan tersebut meliputi penyusunan dan bimbingan teknis skema sertifikasi, verifikasi, internalisasi skema, rekrutmen calon asesor, hingga pelatihan asesor kompetensi. Setiap langkah dirancang untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap standar BNSP.
Skema Sertifikasi dan Kesiapan Asesor Kompetensi
Dalam proses ini, sebanyak sembilan skema sertifikasi berhasil memperoleh persetujuan dari BNSP. Skema-skema ini mencakup berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Berikut adalah daftar skema sertifikasi yang disetujui:
Selain itu, sebanyak 24 asesor kompetensi telah mengikuti pelatihan intensif dan dinyatakan kompeten. Mereka siap melaksanakan uji sertifikasi di lingkungan UIN Ar-Raniry. Tahapan penting lainnya adalah full assessment yang dilakukan oleh dua asesor BNSP pada 23–24 Agustus 2025. Penilaian ini mencakup verifikasi menyeluruh terhadap sistem, prosedur, serta kesiapan sumber daya manusia LSP UIN Ar-Raniry.
“Full assessment merupakan tahap krusial yang menilai kepatuhan lembaga terhadap regulasi dan standar BNSP. Alhamdulillah, UIN Ar-Raniry berhasil memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan,” kata Khatib A Latief. Setelah dinyatakan lolos penilaian, BNSP secara resmi menetapkan lisensi bagi LSP UIN Ar-Raniry.
Manfaat Strategis Lisensi bagi Mahasiswa dan Industri
Dengan lisensi ini, UIN Ar-Raniry kini berwenang penuh menyelenggarakan uji kompetensi. Universitas juga dapat menerbitkan sertifikat profesi yang diakui secara nasional. Ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi resmi sesuai skema yang telah disahkan oleh BNSP.
Sertifikat kompetensi ini menjadi nilai tambah strategis bagi lulusan UIN Ar-Raniry. Mereka akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi persaingan ketat di dunia kerja. Pengakuan nasional terhadap kompetensi lulusan akan mempermudah mereka memasuki berbagai sektor industri.
Lisensi LSP ini juga memperkuat hubungan antara UIN Ar-Raniry dengan industri. Universitas dapat lebih responsif dalam menyediakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai standar industri. Hal ini mendukung pembangunan ekonomi regional dan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sumber: AntaraNews