Lowongan PPSU Jakarta Diserbu 7.000 Pendaftar dalam Dua Hari
Pemprov DKI Jakarta menghapus syarat minimal pendidikan SMP. Kini, lulusan SD pun bisa mendaftar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap lowongan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai pasukan oranye sangat tinggi. Dalam waktu hanya dua hari sejak dibuka, jumlah pendaftar sudah menembus lebih dari 7.000 orang.
“Saya secara pribadi saya kaget, tadi dilaporin sekarang ini yang mendaftar dalam waktu sebentar sudah 7.000 lebih, dari 1.100 yang akan diterima," kata Pramono kepada awak media di Jakarta, Rabu (23/4).
Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta melakukan perubahan besar dalam mekanisme seleksi PPSU, termasuk menghapus syarat minimal pendidikan SMP. Kini, lulusan SD pun bisa mendaftar.
“Saya tidak akan menitip orang dalam. Memang mekanismenya saya ubah agar lebih transparan dan terbuka,” ucap Pramono.
Langkah ini, kata Pramono, merupakan komitmen untuk menghapus praktik percaloan dan titipan (ordal) dalam rekrutmen PPSU yang sebelumnya kerap jadi sorotan publik.
Seleksi Diputuskan di Tingkat Wali Kota dan Bupati
Proses seleksi PPSU kini dilakukan secara desentralisasi di tingkat wali kota dan bupati, meski tetap harus dilaporkan kepada gubernur.
“Saya hanya ingin melihat mekanismenya berjalan dengan baik atau tidak,” ujar Pramono.
Total formasi PPSU yang disediakan Pemprov DKI Jakarta sebanyak 1.652 posisi, terdiri dari 1.100 posisi untuk tahun 2025, dan 552 posisi lainnya akan dibuka awal 2026. Lowongan ini hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta.
“Saya kaget, ternyata keinginan orang untuk bekerja sangat tinggi, apalagi ketika syaratnya diubah jadi lebih terbuka dan transparan,” ungkap Pramono.