Lowongan kerja untuk Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta diserbu pelamar dari berbagai latar belakang pendidikan. Di era Gubernur Pramono Anung, pendidikan pelamar tak lagi dibatasi. Lulusan SD hingga sarjana yang ingin bekerja dipersilakan melamar.
Tak disangka, kebijakan itu membuat pelamar membludak. Termasuk para sarjana.
Hal itu tak dipusingkan Gubernur Pramono. Menurut dia, siapa pun boleh melamar menjadi petugas PPSU tanpa melihat latar belakang pendidikannya.
"Ya untuk PPSU mau sarjana, mau SD kami tidak membedakan. Tapi yang jelas syarat Pergubnya yang sudah saya tandatangani adalah SD. Sehingga dengan demikian, Kami sekarang ini sedang menyerahkan kepada tim (penyeleksi) sepenuhnya," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/7).
Pramono enggan menanggapi lebih jauh soal pelamar dari lulusan strata 1 sebagai gambaran sulitnya mencari kerja di Jakarta. Justru, katanya, batasan pendidikan dihilangkan untuk memberikan kesempatan pada semua pihak yang ingin bekerja.
"Bukan minim, ya artinya karena syaratnya SD ya, mau ada sarjana, mau doktor, yang daftar ya sama aja kan gitu," ujar.
Jika proses seleksi rampung, mereka yang lolos akan diputuskan bersama melalui rapat yang dipimpinnya bersama wakil gubernur.