Sejumlah warga terlihat mendatangi Kantor Kelurahan Joglo, Jakarta Barat, pada Rabu (25/6/2025) untuk menaruh berkas lamaran sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Proses rekrutmen ini merupakan bagian dari program resmi yang dibuka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rekrutmen petugas PPSU tingkat kelurahan dimulai sejak 23-26 Juni 2025, dan disambut antusias oleh masyarakat. Para pelamar datang dari berbagai latar belakang, berharap dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan perawatan fasilitas umum di wilayah masing-masing.
Adapun persyaratan umum untuk mengikuti seleksi pasukan oranye ini antara lain:
Warga Negara Indonesia (WNI);
Diutamakan memiliki KTP DKI Jakarta;
Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 56 tahun 0 bulan 0 hari pada 1 Agustus 2025;
Memiliki minimal ijazah SD/sederajat dan/atau dapat membaca dan menulis.
Setelah pendaftaran ditutup pada 26 Juni 2025, proses seleksi akan dilanjutkan dengan verifikasi administrasi pada 27–30 Juni, diikuti uji teknis pada 30 Juni–11 Juli, dan pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 31 Juli 2025.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka rekrutmen 'Pasukan Putih' hingga 3 September 2025. Cari tahu bagaimana peran vital mereka memperkuat layanan kesehatan di ibu kota!
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan masyarakat yang sudah mendaftar akan tetap diproses.
Inisiatif pengelolaan sampah di Jakarta membuktikan bahwa limbah memiliki nilai ekonomi. Simak kisah inspiratif warga yang mengubah sampah menjadi rupiah dan berkontribusi pada lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengadakan dialog langsung dengan petugas PPSU pekan depan, menanggapi kontroversi penggunaan AI di Kalisari serta mengapresiasi kinerja positif PPSU.
Sebuah truk bermuatan pasir terguling di Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi akibat sopir mengantuk. Kecelakaan truk terguling ini memicu kemacetan dan kerugian materiil.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan pentingnya **verifikasi aduan JAKI** yang ketat oleh ASN, menyusul insiden penggunaan foto AI yang sempat merusak kepercayaan publik.