Lestarikan Budaya Banjar, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Payung Kembang: Ternyata Hanya Ada di Kalsel!
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan sukses melombakan Payung Kembang, warisan budaya khas Banjar yang unik dan tidak ditemukan di provinsi lain, untuk melestarikan tradisi dan menyambut Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) baru-baru ini menggelar sebuah perlombaan unik. Lomba tersebut berfokus pada kerajinan Payung Kembang, sebuah upaya nyata untuk melestarikan tradisi dan budaya khas Banjar yang semakin dikenal luas.
Kegiatan ini dilangsungkan di Banjarmasin pada Minggu, 14 September, dan menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia Ke-24 yang akan berlangsung pada periode 2025. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan seni lokal.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti menegaskan keistimewaan Payung Kembang. "Payung kembang ini tidak ada di provinsi lain, sehingga menjadi seni dan budaya khas Kalsel yang harus terus dilestarikan," ujarnya, menyoroti nilai budaya yang tak ternilai dari kerajinan ini.
Melestarikan Warisan Budaya Khas Banjar
Lomba Payung Kembang yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kalsel ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah platform penting untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Banjar. Kerajinan ini diakui memiliki keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia, menjadikannya identitas kuat bagi Kalimantan Selatan.
Suharyanti menjelaskan bahwa keunikan Payung Kembang menjadi alasan utama mengapa pelestariannya sangat krusial. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya yang dimiliki provinsi mereka.
Perlombaan ini melibatkan 18 perajin Payung Kembang dari Kota Banjarmasin, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pelaku seni lokal. Ke depan, UPTD Taman Budaya Kalsel berencana untuk memperluas cakupan peserta lomba. Mereka akan melibatkan perajin dari 13 kabupaten/kota se-Provinsi Kalsel, dengan tujuan menampilkan variasi serta ciri khas budaya masing-masing daerah.
Kriteria Penilaian dan Antusiasme Perajin
Dalam ajang lomba Payung Kembang ini, dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman memiliki tugas berat. Mereka adalah Ketua Umum Yayasan Lestari Anggrek Provinsi Kalsel Siti Wasilah, pengamat budaya Kamarul Hidayat, dan Ketua DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI) Kalsel Nawang Wijayati.
Salah satu dewan juri, Siti Wasilah, menjelaskan bahwa penilaian lomba didasarkan pada beberapa aspek penting. Kriteria tersebut meliputi kreativitas, inovasi, kerapian, dan keindahan dari setiap karya Payung Kembang yang ditampilkan oleh para peserta.
Siti Wasilah juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para perajin. Meskipun harga bunga seperti kenanga, melati, dan mawar cukup mahal, para perajin tetap gigih berkarya. Mereka bahkan mampu memanfaatkan bunga lain yang ada di sekitar lingkungan sebagai alternatif, menunjukkan dedikasi dan adaptasi yang tinggi.
Para Pemenang dan Kreativitas Tanpa Batas
Setelah melalui proses penjurian yang ketat, para pemenang lomba Payung Kembang akhirnya diumumkan. Perajin asal Kecamatan Pengambangan, Kota Banjarmasin, Helmawati, berhasil meraih juara pertama dengan karya yang memukau. Karyanya berupa payung kembang lima tingkat yang kerap digunakan pada acara khatam Al Quran.
Posisi kedua dalam perlombaan ini direbut oleh Masitah, yang juga menampilkan karya Payung Kembang dengan detail dan keindahan tersendiri. Sementara itu, Norjenah berhasil menempati posisi ketiga, melengkapi daftar perajin terbaik dalam ajang pelestarian budaya ini.
Helmawati, yang telah lebih dari 20 tahun menekuni kerajinan ini, mengungkapkan rahasia kemenangannya. "Meskipun persyaratan minimal dua tingkat, saya membuat lima tingkat agar tampil berbeda. Waktu tiga jam yang diberikan panitia alhamdulillah cukup untuk menyelesaikannya," ujar Helmawati, menunjukkan kreativitas dan pengalamannya yang mendalam.
Sumber: AntaraNews