Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Lomba Desain Sasirangan 2026 sebagai bagian dari perayaan menyambut usia ke-500 kota tersebut. Ajang ini bertujuan mendorong inovasi motif kain Sasirangan, warisan budaya Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengangkat nilai dan daya saing kain khas daerah.
Lomba desain ini tidak hanya melibatkan desainer pemula, tetapi juga mempertemukan para senior dan pemenang dekade terakhir. Mereka akan berkompetisi dalam kategori “best of the best” untuk menciptakan motif yang representatif. Sosialisasi awal telah dilakukan di rumah kemasan, menandai dimulainya kompetisi.
Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan kain Sasirangan lebih dikenal luas di pasar nasional dan internasional. Dukungan penuh dari pemerintah kota dan Dekranasda Banjarmasin menjadi kunci keberhasilan program ini.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Sasirangan Naik Kelas dan Berdaya Saing Global
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Noosyahdi, menyatakan bahwa lomba ini adalah momentum penting. Tujuannya agar kain batik khas provinsi ini dapat “naik kelas” dan diterima pasar yang lebih luas. Bahkan, diharapkan mampu menembus pasar ekspor.
Noosyahdi juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Bea Cukai telah dibangun untuk mempermudah akses ekspor. Langkah ini diambil untuk mengatasi anggapan rumitnya proses ekspor bagi pelaku usaha. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung industri lokal.
Melalui kompetisi ini, diharapkan akan lahir motif-motif baru yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun usia Kota Banjarmasin. Motif-motif tersebut harus memiliki daya tarik dan potensi pasar yang kuat. Upaya ini sejalan dengan visi menjadikan Sasirangan sebagai produk unggulan daerah.
Advertisement
Advertisement
Strategi Membangun Identitas Daerah Melalui Karya Lokal
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menegaskan bahwa lomba ini lebih dari sekadar kompetisi desain. Ini adalah strategi penting untuk membangun dan memperkuat identitas daerah Banjarmasin. Karya lokal menjadi kebanggaan bersama seluruh masyarakat.
Motif Sasirangan yang terpilih nantinya akan digunakan secara resmi oleh kepala daerah hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produk budaya lokal. Hal ini juga akan meningkatkan visibilitas dan apresiasi terhadap Sasirangan.
Dengan sekitar 50 peserta kategori reguler dan 15 peserta kategori “best of the best”, Neli Listriani optimistis kualitas desain akan meningkat signifikan. Peningkatan kualitas ini diharapkan mampu membantu Sasirangan menembus pasar nasional hingga global. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Peluang Ekonomi dan Inovasi untuk Kemandirian Kota
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, mengapresiasi inisiatif lomba ini dan menyoroti peluang ekonomi yang belum dimaksimalkan. Beliau menekankan pentingnya mengelola urusan kepabeanan secara mandiri. Ini bertujuan agar dampak positifnya dapat langsung terasa pada peningkatan pendapatan daerah.
Sebagai kota perdagangan dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah, Banjarmasin harus mengandalkan kreativitas dan inovasi. Hal ini penting agar kota mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang ketat. Lomba Sasirangan adalah salah satu wujud strategi tersebut.
Wali Kota Yamin optimistis bahwa kegiatan ini akan menghasilkan motif kain Sasirangan yang indah dan berdaya saing tinggi. Motif-motif tersebut diharapkan mampu bersaing di pasar nasional hingga global. Dukungan pemerintah dan pelaku IKM sangat krusial untuk mencapai tujuan ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews