15 Ketua PKK Kecamatan Adu Gaya, TP PKK Makassar Sukses Lestarikan Wastra Sulsel Lewat Kompetisi Peragaan Busana

TP PKK Kota Makassar sukses menggelar kompetisi peragaan busana untuk lestarikan Wastra Sulsel. Ajang ini jadi bukti komitmen PKK dalam menjaga warisan budaya sekaligus pemberdayaan perempuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
15 Ketua PKK Kecamatan Adu Gaya, TP PKK Makassar Sukses Lestarikan Wastra Sulsel Lewat Kompetisi Peragaan Busana
TP PKK Kota Makassar sukses menggelar kompetisi peragaan busana untuk lestarikan Wastra Sulsel. Ajang ini jadi bukti komitmen PKK dalam menjaga warisan budaya sekaligus pemberdayaan perempuan. (Merdeka.com)

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar baru saja sukses menggelar ajang Kompetisi Peragaan Busana Wastra Sulsel. Acara bergengsi ini dilaksanakan pada Jumat (22/8) malam di Makassar. Kegiatan ini menarik perhatian banyak pihak.

Kompetisi ini bertujuan utama untuk melestarikan wastra khas Sulawesi Selatan yang merupakan warisan budaya. Sebanyak 15 Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Makassar turut serta sebagai peserta. Mereka menampilkan berbagai kreasi busana.

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Gebyar PKK Kota Makassar yang meriah. Ajang ini juga digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-53. Ini menunjukkan peran aktif PKK dalam masyarakat.

Komitmen TP PKK dalam Pelestarian Budaya

Melinda Aksa, selaku Ketua TP PKK Kota Makassar, mengapresiasi tinggi antusiasme seluruh peserta yang terlibat. Beliau menekankan pentingnya melestarikan kain tradisional Sulawesi Selatan melalui berbagai wadah kreatif. Ini adalah upaya yang berkelanjutan.

Melinda menyatakan bahwa PKK tidak hanya berfokus pada pemberdayaan keluarga di berbagai aspek kehidupan. Organisasi ini juga memiliki peran vital dalam menjaga warisan budaya bangsa yang kaya. Hal ini menunjukkan multidimensi peran PKK.

Fashion show ini membuktikan bahwa Wastra Sulsel bisa tampil modern,” ujar Melinda. Ia menambahkan, “tanpa kehilangan nilai tradisinya yang kaya dan mendalam.” Ini memberikan perspektif baru tentang kain tradisional.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk kebersamaan dan silaturahmi antaranggota PKK. Diharapkan semakin banyak masyarakat mencintai, menggunakan, dan melestarikan wastra Sulsel dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah tujuan jangka panjang.

Sorotan Utama dan Penilaian Kompetisi

Kompetisi Peragaan Busana Wastra Sulsel menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Gebyar PKK Kota Makassar. Acara ini tidak hanya menampilkan kreativitas dan keanggunan para peserta. Namun juga menjadi ajang ekspresi budaya.

Lebih dari itu, ajang ini menegaskan komitmen PKK dalam menjaga warisan budaya daerah. Sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan melalui karya nyata yang inspiratif. Ini adalah bentuk dukungan nyata bagi perempuan.

Tiga juri ahli turut menilai kompetisi ini dengan cermat dan objektif. Mereka adalah Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, desainer nasional Chyms, dan desainer Dekranasda Kota Makassar Athifa Azhary. Ketiganya memiliki latar belakang yang relevan.

Penilaian didasarkan pada kreativitas busana yang ditampilkan, keanggunan penampilan peserta, dan kemampuan mereka. Terutama dalam menampilkan Wastra Sulsel sebagai identitas budaya yang kuat. Setiap aspek diperhatikan dengan detail.

Pemenang dan Makna Wastra

Ketua TP PKK Kecamatan Mariso, Sugiarti Slamet Aswin, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi bergengsi ini. Posisi juara kedua diraih oleh perwakilan dari Kecamatan Tallo. Persaingan berlangsung cukup ketat.

Juara ketiga diberikan kepada peserta dari Kecamatan Ujung Tanah yang menampilkan performa terbaik. Sementara itu, juara favorit dianugerahkan kepada Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Semua pemenang menunjukkan dedikasi tinggi.

Sugiarti Slamet Aswin mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba biasa. Ini adalah ruang penting untuk menampilkan keindahan wastra Sulawesi Selatan. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara ini.

Wastra Sulsel memiliki kekayaan dan makna budaya yang mendalam,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi ajang untuk lebih memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada publik luas. Ini adalah langkah positif untuk pelestarian budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi