Kondisi Korban Selamat Kecelakaan Kereta di Bekasi: Patah Tulang di Pundak, Kaki dan Tangan
Korban selamat kini masih menjalani perawatan intensif. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius, mulai dari patah tulang hingga dislokasi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi para korban selamat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
AHY menyebut para korban selamat kini masih menjalani perawatan intensif. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius, mulai dari patah tulang hingga dislokasi.
"Tadi saya juga sempat berdialog dengan pasien, beragam, ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya. Tapi semua tadi bisa berkomunikasi, ditunggui oleh keluarganya," kata AHY di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Korban Dirawat Intensif
AHY memastikan, para korban saat ini mendapatkan penanganan medis secara intensif di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi. Pemerintah berupaya memastikan seluruh korban memperoleh perawatan terbaik agar dapat segera pulih.
"Intinya kita saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala," ujar dia.
Selain itu, AHY juga mengungkapkan mayoritas korban merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus wanita saat kejadian. Para korban diketahui merupakan pekerja yang tengah dalam perjalanan pulang.
“Rata-rata kalau saya tanya tadi mereka pulang kerja. Mereka pulang kerja dari berbagai lokasi, dari berbagai tempat kerja, hampir semua ya perempuan, wanita, tapi ada beberapa laki-laki ya, tapi hampir mayoritas tentunya pekerja wanita yang menggunakan KRL gerbong khusus wanita,” tutur dia.
Korban Dirawat di 10 Rumah Sakit
AHY menjelaskan, para korban saat ini dirawat dan ditangani di 10 rumah sakit yang tersebar di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi.
Menurut AHY, distribusi penanganan ini dilakukan untuk mempercepat layanan medis, terutama bagi korban dengan kondisi kritis yang membutuhkan tindakan segera.
“Ada di 10 rumah sakit di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Dan saat ini kita berada di RSUD Kota Bekasi,” kata dia.