Kepala BGN Bilang Butuh Tambahan Anggaran Rp50 Triliun buat MBG
Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/5).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan anggaran Rp50 triliun dari Rp71 triliun anggaran yang telah dimiliki. Dadan menyebut, penyerapan anggaran hingga bulan Mei ini baru di sekitar Rp2,3 triliun.
Hal itu disampaikan Dadan dalam rapat dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/5).
"Nah ini realisasi anggaran sampai sekarang, jadi Badan Gizi memiliki anggaran Rp71 triliun dan sampai hari ini kita baru bisa menyerap Rp2,386 triliun. Jadi baru kurang lebih 3,36 persen," kata Dadan.
Dadan menargetkan pada Juni 2025 anggaran yang terserap bisa di angka Rp4,7 triliun, Juli Rp 16triliun dan Agustus Rp28 triliun.
"September kita akan menyerap kurang lebih Rp51 triliun, kemudian Oktober Rp60 triliun, November Rp88 triliun dan Desember Rp116 triliun," ujar Dadan.
Percepatan Program
Meski demikian, Dadan mengatakan, untuk percepatan pelayanan makan bergizi gratis bagi 82,9 juta orang BGN masih membutuhkan tambahan anggaran.
"Jadi kami masukan bukan hanya anggarannya Rp71 triliun yang sudah disetujui, tapi kami buatkan mekanisme penyerapan anggaran termasuk yang diminta Pak Presiden terkait dengan percepatan pelayanan makan bergizi kepada 82,9 juta," ujar Dadan.
Menurut Dadan, total anggaran yang ideal untuk program MBG di tahun 2025 sebesar Rp116,6 triliun
"Jadi MBG ini jika mengikuti mekanisme yang sudah kami rencanakan akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp116,6 triliun untuk memberikan pelayanan kepada 82,9 juta," tambahnya.
"Jadi kalau sekarang ada Rp71 triliun tambahan Rp50 triliun sudah akan cukup bisa melayani seluruh penerima manfaat sampai Desember," katanya.