Kementerian Kominfo Percepat Pemulihan Layanan Telekomunikasi Sumatra Pascabencana
Kementerian Kominfo mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca-banjir dan longsor. Upaya ini krusial agar warga dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia tengah menggenjot upaya pemulihan layanan telekomunikasi di tiga provinsi Sumatra. Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diketahui telah diterjang bencana banjir dan longsor yang sangat merusak. Menteri Kominfo Meutya Hafid secara langsung memimpin rapat koordinasi di Medan, Sumatera Utara, untuk membahas penanganan ini pada Senin.
Fokus utama dari percepatan penanganan ini adalah mengatasi kerusakan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang vital. Jaringan yang berfungsi baik sangat krusial bagi masyarakat untuk dapat menghubungi keluarga mereka. Selain itu, akses informasi resmi terkait respons dan penanganan bencana juga sangat dibutuhkan.
Bencana banjir dan longsor ini tidak hanya menyebabkan putusnya kabel telekomunikasi di berbagai titik. Pemadaman listrik di beberapa area terdampak juga mengakibatkan Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler tidak dapat beroperasi. Situasi ini menambah kompleksitas dalam upaya pemulihan.
Upaya Percepatan Pemulihan Jaringan Komunikasi
Menteri Meutya Hafid menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mempercepat penanganan di wilayah terdampak. "Kami terus mempercepat penanganan di daerah terdampak banjir dan longsor, dan terus mengumpulkan data kendala yang harus kami atasi," ujarnya dalam pertemuan tersebut. Pengumpulan data menjadi langkah awal yang penting untuk strategi perbaikan.
Meskipun layanan belum sepenuhnya kembali normal, akses telekomunikasi di beberapa area bencana sudah mulai menunjukkan perbaikan. Kementerian Kominfo bersama para operator terus berupaya keras. Mereka melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar jaringan telekomunikasi dapat berfungsi optimal kembali secepatnya.
Beberapa operator seluler telah melakukan upaya pemulihan jaringan dengan menggunakan generator. Namun, operasional generator selama 24 jam penuh terkendala oleh pasokan bahan bakar yang terbatas. Keterbatasan ini menjadi tantangan serius dalam menjaga konektivitas di tengah krisis.
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Data Korban Bencana
Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada berbagai infrastruktur. Jaringan telekomunikasi menjadi salah satu sektor yang paling parah terdampak oleh bencana ini. Kerusakan tersebut menghambat komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kominfo, setidaknya 2.804 BTS milik operator seluler terdampak. Angka ini mencakup BTS di seluruh wilayah terdampak di tiga provinsi tersebut. Ini menunjukkan skala kerusakan yang luas pada infrastruktur telekomunikasi.
Selain kerusakan infrastruktur, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 Desember pukul 17.00 WIB mencatat 604 korban meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 464 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut.
Sumber: AntaraNews