Atasi Kabel Semrawut Singkawang, Pemkot Minta Provider Gunakan Tiang Bersama
Pemerintah Kota Singkawang serius menata kabel semrawut Singkawang di perkotaan, mendesak provider telekomunikasi untuk menggunakan tiang bersama demi keselamatan warga dan keindahan kota. Upaya ini juga didukung DPRD dan masyarakat.
Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah serius untuk mengatasi kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di wilayah perkotaan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga sekaligus memperindah estetika kota wisata tersebut. Langkah penataan ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan telekomunikasi dan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Novyanti, menyatakan bahwa penataan infrastruktur telekomunikasi menjadi prioritas utama. Kondisi kabel yang tidak tertata rapi berpotensi mengganggu keamanan serta merusak citra visual kota. Oleh karena itu, koordinasi terpadu sangat dibutuhkan.
Pemkot Singkawang mendesak perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk menerapkan prinsip penggunaan tiang bersama atau sharing infrastructure. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kesemrawutan jaringan kabel di kawasan perkotaan. Selain itu, sistem penanganan darurat juga akan diperkuat.
Prioritas Keselamatan dan Estetika Kota
Kondisi kabel telekomunikasi yang semrawut di Kota Singkawang telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kabel-kabel yang tidak tertata rapi dapat membahayakan keselamatan warga, seperti risiko tersandung atau tersetrum. Selain itu, pemandangan kota menjadi kurang menarik dan merusak estetika.
Chantal Novyanti menekankan bahwa penataan ini bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga menyangkut keamanan publik. Pemerintah ingin memastikan setiap pengaduan masyarakat, mulai dari kabel putus hingga tiang tumbang, dapat ditangani dengan cepat. Penanganan yang terkoordinasi antar penyedia jasa telekomunikasi sangat krusial.
Masyarakat seringkali tidak membedakan kepemilikan kabel saat terjadi masalah di lapangan, sehingga mereka melapor langsung ke pemerintah. Oleh karena itu, Pemkot Singkawang berupaya menciptakan sistem yang sinkron untuk penanganan darurat. Tujuannya adalah agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti tanpa hambatan birokrasi yang panjang.
Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk menata infrastruktur telekomunikasi agar tetap mendukung konektivitas digital. Namun, prioritas utama tetaplah keselamatan warga dan keindahan kota. Ini sejalan dengan visi Singkawang sebagai kota pariwisata yang aman dan nyaman.
Kolaborasi Penanganan Jaringan Telekomunikasi
Untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat, Pemkot Singkawang bersama provider telekomunikasi dan televisi kabel menyepakati pembentukan pusat kontak pengaduan terpadu. Sistem single point of contact ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi yang efektif. Setiap provider diminta menyerahkan nomor person in charge (PIC) operasional 24 jam.
Selain itu, Pemkot Singkawang secara aktif mendorong penerapan prinsip sharing infrastructure atau penggunaan tiang bersama antarprovider. Kebijakan ini merupakan solusi strategis untuk mengurangi jumlah tiang dan kabel yang ada. Dengan demikian, kesemrawutan jaringan di kawasan perkotaan dapat diminimalisir secara signifikan.
Pemerintah daerah juga mewajibkan setiap rencana pemasangan tiang baru agar berkoordinasi dengan dinas terkait. Hal ini penting untuk mencegah benturan dengan proyek pembangunan infrastruktur lain seperti drainase maupun pelebaran jalan. Koordinasi yang baik akan memastikan penataan kota berjalan selaras dan efisien.
Ketua Komisi III DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, mengapresiasi kolaborasi ini. Keterlibatan provider telekomunikasi dalam rapat koordinasi adalah langkah positif. Diharapkan penataan jaringan fiber optik dapat dilakukan lebih cepat, rapi, dan terintegrasi, mendukung citra Singkawang sebagai kota pariwisata.
Peran Serta Masyarakat dan DPRD
DPRD Kota Singkawang menyatakan komitmennya untuk mengawal realisasi tindak lanjut setiap laporan masyarakat. Ini termasuk pengawasan terhadap kondisi jaringan telekomunikasi di lapangan. Komitmen provider untuk mempercepat penanganan gangguan sesuai standar operasional prosedur menjadi kabar baik bagi warga.
Sumberanto Tjitra juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam melaporkan kondisi kabel yang berpotensi membahayakan. Laporan mengenai kabel menjuntai, tiang miring, atau tiang keropos sangat penting. Partisipasi aktif warga akan membantu pemerintah dan provider dalam menjaga keamanan lingkungan.
Partisipasi masyarakat adalah kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertata. Melalui laporan yang cepat dan akurat, potensi bahaya dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum menimbulkan insiden. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, provider, dan warga untuk menata Singkawang menjadi lebih baik.
Sumber: AntaraNews