Pemkab OKI Mulai Penataan Kabel Semrawut, Wujudkan Infrastruktur Kota Estetis dan Aman
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memulai penataan kabel semrawut sejak April 2026. Langkah ini bertujuan menciptakan infrastruktur perkotaan yang tertib, aman, dan estetis bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah memulai program penataan kabel jaringan telekomunikasi yang semrawut. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan estetis bagi warganya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab OKI untuk meningkatkan kualitas infrastruktur.
Program penataan kabel semrawut OKI ini telah berjalan sejak awal April 2026. Tahap awal difokuskan pada kawasan strategis di Kayuagung. Lokasi yang menjadi prioritas utama adalah sekitar Kantor Bupati OKI dan Taman Segitiga Emas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI, Adi Yanto, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dipilih karena merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah kota. Penataan ini melibatkan koordinasi erat antara pemerintah daerah dengan pihak operator jaringan telekomunikasi.
Prioritas Kawasan Strategis untuk Estetika Kota
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memprioritaskan penataan kabel semrawut di area vital kota. Kawasan sekitar Kantor Bupati OKI dan Taman Segitiga Emas Kayuagung menjadi fokus utama pada fase awal penataan ini. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena area ini merupakan jantung aktivitas masyarakat dan representasi wajah kota yang harus tampil lebih representatif.
Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto, menegaskan bahwa langkah ini lebih dari sekadar merapikan tampilan visual. Ia menyatakan, “Penataan kabel ini bukan sekadar merapikan tampilan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi masyarakat.” Hal ini mencerminkan komitmen Pemkab OKI terhadap kenyamanan dan keselamatan publik.
Penataan kabel semrawut ini diharapkan dapat meningkatkan citra kota Kayuagung sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di OKI. Dengan infrastruktur yang tertata rapi, diharapkan dapat memberikan kesan positif bagi pengunjung maupun warga lokal. Ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab OKI dalam mewujudkan tata kota yang modern dan teratur.
Tahapan Penataan dan Rencana Jangka Panjang
Proses penataan kabel semrawut di OKI dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran dan efektivitas. Pada fase awal, pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak operator jaringan telekomunikasi. Mereka fokus pada pengelompokan kabel agar lebih teratur dan tidak saling tumpang tindih di udara.
Adi Yanto menjelaskan bahwa penataan ini akan terus berlanjut. Selain merapikan kabel di udara, Pemkab OKI telah merencanakan penerapan sistem ducting atau penanaman kabel di bawah tanah. Rencana jangka panjang ini akan disesuaikan dengan kesiapan teknis serta kemampuan anggaran daerah.
“Ke depan, kami mendorong penerapan sistem ducting dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan anggaran,” kata Adi. Penerapan sistem ducting akan menjadi solusi permanen untuk mengatasi masalah kabel semrawut. Ini juga akan menambah nilai estetika kota secara signifikan.
Dukungan Operator dan Peningkatan Kualitas Layanan
Langkah Pemkab OKI dalam menata kabel semrawut mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi. Perwakilan asosiasi, Imam, menyatakan kesiapan operator untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi yang kuat antara operator dan pemerintah daerah terus diperkuat agar proses pengerjaan di lapangan berjalan lancar.
Imam menambahkan bahwa penataan kabel ini tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan jaringan telekomunikasi. Dengan kabel yang teratur, risiko gangguan teknis dapat ditekan secara signifikan. Hal ini akan menghasilkan koneksi internet dan telekomunikasi yang lebih stabil bagi masyarakat.
Selain itu, proses pemeliharaan jaringan juga akan menjadi lebih mudah dan efisien. Penataan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kerusakan akibat faktor eksternal. Dengan demikian, masyarakat OKI dapat menikmati layanan telekomunikasi yang lebih baik dan andal.
Sumber: AntaraNews