Aksi Walkot Depok Supian Suri Bersihkan Kabel Semrawut di Depan Markas Polisi
Ditargetkan tahun 2025 ini Kota Depok sudah bersih dari kabel udara
Untuk menata Kota Depok, Pemerintah Kota Depok melakukan penertiban kabel udara. Ditargetkan tahun 2025 ini Kota Depok sudah bersih dari kabel udara.
Salah satu yang dilakukan adalah pemutusan kabel udara di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Jalan Komjen M Jasin, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.
Pemutusan dan pemotongan kabel dilakukan bersama dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti dan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Jerry Siregar dan disaksikan oleh perwakilan Brimob Depok.
Wali Kota Depok Supian mengatakan, keberadaan kabel fiber optik semrawut di wilayah Kota Depok mengurangi keindahan. Dikatakan, warga Depok sama-sama ingin memiliki harapan kota ini menjadi indah setelah kabel udara dibersihkan. Sebelumnya, Jalan Margonda juga terhalang oleh tiang dan kabel udara namun saat ini sudah dibersihkan. Dia pun berharap di lokasi lain dapat dilakukan pembersihan kabel udara sehingga tata kota menjadi rapih.
"Kita sama-sama ingin, punya harapan Depok ini indah setelah satu yang membuat keindahan kita berkurang karena semrawutnya kabel-kabel yang ada di udara. Butuh proses yang panjang dengan luar biasa, jadi sekali lagi terima kasih buat seluruh pihak yang mendukung support," katanya, Kamis (24/4).
Dikatakan, keberadaan kabel udara di sejumlah pinggiran jalan raya menjadikan suasana semrawut. Ditambah lagi keberadaan tiang penyangga kabel yang jumlah bisa sampai 10 di satu titik. Kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan dan pejalan kaki.
"Ini upaya kita lakukan adalah memindahkan kabel yang di udara untuk ke bawah," ujarnya.
Ada Tujuh Lokasi
Ada tujuh lokasi yang dilakukan pembersihan kabel udara. Yaitu Jalan Margonda Raya, Jalan Tole Iskandar, Jalan Radar Auri, Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Serua, Jalan Kartini, dan Jalan Cinere.
Pemutusan kabel udara ini juga sebagai upaya pihaknya melindungi keselamatan warga. Karena keberadaan tiang kebal udara bisa menjadi penyebab terjadinya musibah bagi warga.
"Terima kasih buat seluruh pihak yang mendukung upaya kita memperindah kota, kemudian upaya kita mengantisipasi keselamatan warga. Dan ini dengan dukungan dari Dewan, dengan dukungan APJATEL sangat bersemangat untuk mendukung program atau kegiatan kita. Kemudian dengan OPD terkait tentunya. Dan ini menjadi upaya kita untuk khusus jalan M. Jasin, panjang jalan kita 5 Km yang Insya Allah di awal ini kita 2,5 Km yang akan kita turunkan, nanti sisanya 2,5 Km lagi yang akan kita turunkan. Dan saya informasikan bahwa upaya penurunan ini adalah benar-benar semuanya menjadi inisiasi atau pembiayaan dari pihak operator APJATEL," ungkapnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Citra Yulianti mengatakan, pemutusan kabel udara di Jalan Komjen M Jasin ditargetkan selesai tiga bulan. Nantinya kabel fiber optik tersebut akan dirapihkan di bawah tanah. Nantinya yang juga akan ditertibkan adalah Jalan Kartini, Cinere, Jalan Raya Sawangan, Serua dan Tapos.
"Iya tiga bulan. Kalau mereka sudah turun semua ke bawah, connectnya di bawah udah jalan, tinggal hanya ini saja kok hanya tinggal penurunan saja. Sterilnya kayaknya sih sampai 5-10 tahun kedepan ya, 10 tahun kedepan, apalagi jalan-jalan kampung kalau steril ya. Ya ini kita targetnya jalan utama dulu ya protokol dan jalan utama kecamatan," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum APJATEL, Jerry Siregar menjelaskan, pihaknya akan mendukung langkah Pemkot Depok membenahi jaringan kabel telekomunikasi. Saat ini, baru 7 persen kabel fiber optik semrawut yang telah dibenahi di wilayah Jabodetabek. Pasalnya, kabel fiber optik udara di wilayah Jabodetabek panjangnya mencapai 348 kilometer. Jerry berharap, program perapian kabel fiber optik ini dilakukan secara berkesinambungan dan terintegrasi antar wilayah.
"Saya kebutuhan putra daerah sini, sebagai putra Pak Wali siap support. Program-program APJATEL juga yang sulitnya moratorium, di industri semua yang berbau bisnis harus ditempatkan secara matriks," katanya.