Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung pengoperasian base transceiver station yang terdampak banjir di Desa Tanah Terban Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu 30 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan layanan telekomunikasi berjalan optimal dan kebutuhan komunikasi warga dapat segera terpenuhi.
Seiring kembali aktifnya jaringan telekomunikasi, akses komunikasi masyarakat di wilayah terdampak banjir berangsur pulih. Warga kini dapat kembali menghubungi keluarga, memperoleh informasi penting, serta mengurus berbagai kebutuhan dasar yang sempat terhambat akibat gangguan jaringan.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Meski demikian, di sejumlah titik seperti Kabupaten Bener Meriah Aceh Tamiang dan Gayo Lues, kualitas jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik. Pada wilayah tersebut, tingkat pemulihan jaringan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen dan terus dipantau untuk percepatan pemulihan.
Selain mengawal pemulihan konektivitas, Kemkomdigi juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir. Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirim ke sejumlah wilayah yang sumber airnya tercemar akibat banjir. Distribusi bantuan air bersih dilakukan secara bertahap selama sepekan.
Bantuan lain yang disalurkan meliputi obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas mandi cuci kakus, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Untuk mendukung pemulihan lingkungan permukiman, alat berat dan fasilitas sumur bor juga disiapkan guna membersihkan lumpur sisa banjir.
Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemkomdigi dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan publik dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak banjir, khususnya di Aceh Tamiang.