Komdigi Percepat Pemulihan Jaringan Komunikasi Sumbar Pasca Bencana, 145 BTS Dipulihkan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat dalam pemulihan jaringan komunikasi Sumbar pasca bencana, memperbaiki 145 BTS dan mendistribusikan internet satelit gratis di wilayah terdampak.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Mereka fokus pada pemulihan jaringan komunikasi yang vital bagi koordinasi penanganan darurat dan kehidupan masyarakat. Upaya ini melibatkan perbaikan infrastruktur telekomunikasi serta penyediaan akses internet di area yang terisolasi.
Langkah sigap Komdigi mencakup pemulihan 145 unit base transceiver station (BTS) yang mengalami gangguan akibat bencana alam tersebut. Selain itu, bantuan internet satelit juga didistribusikan ke berbagai titik terdampak untuk memastikan jalur komunikasi tetap berjalan. Inisiatif ini krusial agar informasi dapat mengalir lancar, baik untuk bantuan kemanusiaan maupun kebutuhan sehari-hari warga.
Menurut Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kementerian Komdigi, Helmi, penanganan darurat dilakukan dengan mendistribusikan internet satelit dan memperbaiki BTS. "Melalui pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus segera terkoneksi kembali," ujarnya, menegaskan komitmen Komdigi untuk memulihkan konektivitas secepatnya di Sumbar.
Upaya Pemulihan BTS di Wilayah Terdampak Bencana
Komdigi telah mengidentifikasi dan memulai perbaikan terhadap 145 unit BTS yang terganggu di Sumatra Barat. Data terkini per 3 Desember menunjukkan bahwa dari total 3.739 unit BTS di Sumbar, sekitar 4 persen atau 154 unit mengalami gangguan. Kerusakan ini sebagian besar disebabkan oleh masalah pasokan listrik dan transmisi.
Sebanyak 124 unit BTS mengalami gangguan serius akibat terputusnya pasokan listrik, yang menjadi tantangan utama di lokasi bencana. Untuk mengatasi hal ini, petugas Balai Monitoring telah mengerahkan genset ke lokasi-lokasi strategis. Langkah ini memastikan layanan komunikasi dapat kembali beroperasi meskipun listrik utama belum pulih sepenuhnya.
Selain masalah listrik, 29 BTS lainnya menghadapi gangguan transmisi karena putusnya koneksi fiber optik atau radio link. Bahkan, satu unit BTS dilaporkan mengalami kerusakan fisik parah karena terbawa arus banjir yang deras. Tim teknis terus bekerja keras untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak ini demi memastikan konektivitas kembali normal.
Wilayah-wilayah yang paling terdampak meliputi beberapa kabupaten dan kota di Sumbar. Berikut adalah daftar sebaran BTS yang mengalami gangguan:
Distribusi Internet Satelit Starlink untuk Penanganan Darurat
Sebagai bagian dari upaya pemulihan jaringan komunikasi Sumbar, Komdigi juga mendistribusikan bantuan internet satelit Starlink. Sebanyak 32 unit Starlink telah disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan akses komunikasi. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran komunikasi yang sangat penting dalam penanganan darurat bencana.
Helmi menegaskan bahwa fasilitas internet satelit ini diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. "Bantuan alat satelit internet ini gratis. Penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya," ujarnya, menekankan bahwa akses komunikasi tidak akan menjadi beban tambahan bagi korban bencana. Hal ini sangat membantu dalam koordinasi bantuan dan penyebaran informasi.
Setiap unit Starlink memiliki cakupan sinyal yang luas, mampu menjangkau jarak antara 500 meter hingga 1 kilometer dari titik penempatan. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk melayani hingga 60 pengguna secara bersamaan. Syarat operasional Starlink adalah tidak adanya hambatan sinyal dan ketersediaan pasokan listrik, baik dari PLN maupun genset.
Upaya percepatan perbaikan jalur komunikasi ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Provinsi Sumbar. Kepala Diskominfotik Sumbar, Rudi Rinaldi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota terdampak untuk memastikan distribusi Starlink berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dukungan Komunikasi Tambahan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain perbaikan BTS dan distribusi Starlink, Balai Monitor Komdigi juga mengoperasikan repeater kebencanaan di puncak Gunung Singgalang. Perangkat ini memiliki jangkauan yang sangat luas, mampu mencakup 9 hingga 10 kabupaten dan kota di Sumatra Barat. Keberadaan repeater ini menjadi tulang punggung komunikasi darurat di area pegunungan dan terpencil.
Repeater Gunung Singgalang dapat digunakan dengan perangkat radio komunikasi standar, menjadikannya alat yang serbaguna dalam situasi darurat. Fasilitas ini telah dimanfaatkan secara aktif oleh berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Di antaranya adalah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), PPTD, Orari, dan RAPI.
Kolaborasi antara Komdigi, Diskominfotik Sumbar, dan berbagai lembaga penanggulangan bencana menunjukkan sinergi yang kuat. Sinergi ini memastikan bahwa upaya pemulihan jaringan komunikasi dapat berjalan dengan cepat dan efisien. Tujuannya adalah meminimalkan dampak bencana terhadap akses informasi dan koordinasi bantuan di seluruh wilayah terdampak.
Sumber: AntaraNews