Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah menyalurkan bantuan kemanusiaan signifikan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Total 6,5 ton paket sembako berupa beras, minyak, dan biskuit didistribusikan kepada 2.000 warga yang membutuhkan. Aksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban korban bencana di salah satu wilayah paling parah terdampak banjir.
Selain bantuan logistik, Kemkomdigi juga mendirikan posko bersama yang mencakup media center dan layanan psikososial. Kehadiran posko ini bertujuan untuk memulihkan kondisi emosional anak-anak serta menyediakan akses informasi darurat bagi warga. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara langsung meninjau lokasi dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik pada Sabtu (13/12).
Pemulihan infrastruktur komunikasi juga menjadi fokus utama Kemkomdigi pascabanjir yang sempat mengganggu konektivitas di Sumatera Utara. Hingga Sabtu (13/12), sebanyak 97,8 persen menara BTS telah kembali beroperasi, memungkinkan warga untuk berkomunikasi dan mengakses informasi penting. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar dan komunikasi tetap terpenuhi di tengah krisis.
Advertisement
Advertisement
Distribusi Bantuan Kemanusiaan dan Fasilitas Posko
Kemkomdigi secara aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 6,5 ton paket sembako kepada 2.000 warga di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Paket tersebut terdiri dari beras, minyak, dan biskuit, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak parah akibat banjir. Penyaluran ini merupakan respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah bencana, khususnya di daerah yang mengalami kerusakan paling parah.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa selain bantuan barang, pihaknya juga menyediakan posko bersama di lokasi. Posko ini berfungsi sebagai media center yang memfasilitasi informasi serta posko layanan psikososial yang berupaya memulihkan keceriaan anak-anak. "Selain bantuan barang, kami juga menyediakan posko bersama berupa media center serta posko layanan psikososial untuk memulihkan keceriaan anak-anak," kata Meutya Hafid dalam keterangan resminya.
Kunjungan Meutya Hafid ke Deli Serdang pada Sabtu (13/12) turut menegaskan pentingnya kehadiran fasilitas pendukung ini bagi masyarakat. Posko informasi dan psikososial diharapkan dapat menjadi pusat dukungan bagi warga untuk mendapatkan bantuan dan pemulihan mental. Inisiatif ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap aspek fisik dan mental korban bencana secara komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Pemulihan Jaringan Komunikasi Pascabanjir
Salah satu dampak signifikan dari bencana banjir di Sumatera Utara adalah terganggunya konektivitas komunikasi yang esensial. Kemkomdigi bergerak cepat untuk memulihkan akses komunikasi yang vital bagi warga, terutama dalam situasi darurat. Pemulihan jaringan ini menjadi prioritas utama mengingat kebutuhan mendesak akan informasi penting dan kemampuan berkomunikasi dengan keluarga.
Hingga Sabtu (13/12), sebanyak 4.273 dari total 4.368 menara BTS, atau sekitar 97,8 persen, telah berhasil kembali beroperasi sepenuhnya. Angka pemulihan yang tinggi ini menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya Kemkomdigi mengembalikan infrastruktur telekomunikasi. Dengan demikian, masyarakat terdampak dapat kembali memperoleh informasi krusial dan tetap terhubung dengan kerabat mereka.
Menteri Meutya Hafid menekankan bahwa pemulihan jaringan adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda dalam situasi bencana. Kemkomdigi akan terus memastikan pemantauan layanan komunikasi di wilayah terdampak dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar stabil. "Dengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatera Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga," ujar Meutya, menyoroti dampak positif dari upaya ini.
Advertisement
Meutya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap saling peduli dan menguatkan satu sama lain di masa sulit ini. Solidaritas dan dukungan antarwarga menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan. "Setiap ada ujian pasti ada kemudahan. Karena itu kita semua harus saling bantu dan saling mendoakan," tambahnya, menyerukan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Sumber: AntaraNews