Menkomdigi Soal Akses Internet Usai Banjir Sumatra: Kini Mulai Stabil
Saat ini jumlah Base Transceiver Station (BTS) di daerah terdampak sudah mulai stabil.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menjelaskan kondisi akses internet banjir Sumatra seperti di Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat pasca bencana banjir bandang.
Meutya mengklaim, saat ini jumlah Base Transceiver Station (BTS) di daerah terdampak sudah mulai stabil.
"Untuk saat ini angka-angka pemulihan jumlah BTS yang terdampak mulai stabil terkhusus untuk Aceh dan Sumut," kata Meutya dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (8/12).
95 Persen BTS di Sumatra Pulih
Menurut Meutya, 95 persen BTS di Sumatera Utara sudah mulai pulih. Sementara Sumatera Barat di angka 97-98 persen.
"Saat ini untuk Aceh dan Sumut secara presentase yang belum kembali adalah Sumatera Utara 5,74 persen, artinya kurang lebih 95 persen sudah pulih. Kemudian Sumatera Barat 2,81 persen yang masih terdampak artinya kurang lebih 97,98 persen sudah pulih," ujarnya.
Menurut Meutya, bencana di Sumatera berdampak ke 612 lokasi BTS, sementara saat ini 413 BTS di antaranya sudah bisa dipulihkan.
Akses Satelit
"Ada dua konektifitas, yg pertama melalui operator seluler. Yang kedua melalui akses internet bakti, yang juga terdampak untuk bakti dari 602 lokasi BTS, 413 berhasil dipulihkan artinya sudah lebih dari 60%. Jadi ini tetap masih ada PR, memang yang paling banyak itu di Aceh," ujarnya.
Politikus Golkar itu menyebut, satelit SATRIA-1 milik pemerintah sudah diturunkan di 17 titik terdampak bencana. Untuk internet Starlink ada ke 91 titik atas rekomendasi dari sejumlah pihak.
"Dan untuk dari Starlink yang melalui Kemkomdigi turun di 91 titik atas usulan masyarakat dan tentu mengutamakan dari BNPB, Pemda, dan sekaligus juga usulan dari Bapak Ibu di Komisi I yang sempat menghubungi kami yang wilayah Dapilnya juga terdampak," pungkasnya.