Kapolda DIY Beberkan Kronologi Tewasnya Mahasiswa Amikom
Rheza dinyatakan meninggal di RSUP Dr. Sardjito pada Minggu (31/8) pukul 07.06 WIB.
Seorang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia usai mengikuti aksi di depan Polda DIY pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) pagi.
Rheza dinyatakan meninggal di RSUP Dr. Sardjito pada Minggu (31/8) pukul 07.06 WIB.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menceritakan kronologi proses evakuasi Rheza. Anggoro menuturkan saat itu kondisi Polda DIY ricuh dan ada gas air mata di sekitaran lokasi.
Ketika itu, lanjut Anggoro, petugas mengevakuasi Rheza yang sudah dalam kondisi lemas. Saat itu Rheza sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tim dokter kepolisian sebelum akhirnya dibawa ke RSUP Dr Sardjito.
"Korban (Rheza) diambil dari TKP kemudian dibawa ke dalam (Polda DIY) untuk diselamatkan. Kondisinya dalam keadaan lemah. Jadi diangkat, dibawa karena situasinya gas air mata semua," kata Anggoro di Kantor Gubernur DIY, Selasa (2/9).
"Kemudian korban dibawa ke dalam, ditangani oleh dokter kepolisian. Dari sana dibawa menggunakan ambulans tapi bukan ambulans kita karena situasi kita tak bisa keluar. Kita pinjam dari Sardjito dan korban diantar ke sana," imbuh Anggoro.
Anggoro menceritakan selain Rheza saat itu ada lima orang lain yang juga ditangani. Dari lima orang ini salah satunya dalam kondisi luka cukup serius karena luka bacok di bagian dada.
"Situasi chaos seperti itu, ada enam yang diamankan. Ada satu luka bacok di sini (menunjuk dada). Hari ini dia masih hidup," tutur Anggoro.
"Jadi enam orang yang ditangani itu termasuk almarhum. Ini kecepatan kita bagaimana menolong mereka dan membawa ke rumah sakit," lanjut Anggoro.
Anggoro menambahkan saat mengamankan enam orang itu pihaknya hanya memberikan pertolongan pertama pada korban saja. Selanjutnya proses penanganan medis yang lebih lanjut ditangani oleh rumah sakit.
"Enam orang yang kita bawa menjadi tanggung jawab rumah sakit saat kita serahkan. Pertolongan pertama kali di kami, sudah kami lakukan," katanya.