Respons Ayah Rheza Mahasiswa Amikom Soal Desakan Usut Kematian Anaknya: Enggak Tega Dibongkar-Bongkar Lagi
Pihak keluarga tidak ingin memproses hukum kematian Rheza yang meninggal dalam keadaan tubuh penuh luka.
Mahasiswa Amikom Yogyakarta Rheza Sendy Pratama meninggal dunia dalam aksi di depan Polda DIY pada rentang waktu Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) pagi.
Rheza meninggal dunia di RSUP Dr. Sardjito pada Minggu (31/8) pukul 07.06 WIB.
Ayah Rheza, Yoyon Surono angkat bicara soal kasus kematian anaknya. Yoyon menyebut pihak keluarga tidak ingin memproses hukum kematian Rheza yang meninggal dalam keadaan tubuh penuh luka.
"Intinya kita enggak akan proses hukum. Biar Rheza juga tenang, keluarga juga tenang. Saya gak ingin berlarut-larut," kata dia di rumah duka, Selasa (2/9).
"Kita sudah tidak tega, istilahnya melihat anak kita nanti misalnya terus diotopsi, dibongkar-bongkar. Kita gak tega," imbuh Yoyon.
Sudah Ikhlas
Dirinya mengakui banyak dorongan dan dukungan untuk mengusut kasus kematian Rheza secara tuntas. Namun pihaknya menyebut sudah pasrah dan ikhlas.
"Kita itu intinya gini, semua dikembalikan pada yang Kuasa. Masalah keadilan, nanti sudah ada yang nanggung," jelas Yoyon.
Dia menambahkan usai kematian anaknya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono telah datang ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa.
Kapolda, kata Yoyon juga meminta persetujuan kepada keluarga jika sewaktu-waktu jenazah Rheza akan diotopsi.
"Pak Kapolda juga menyampaikan bahwasanya apabila nanti ada dibutuhkan otopsi atau apa, nanti minta persetujuan. Cuma kami dari pihak warga sudah komitmen dari awal, memang benar-benar sudah ikhlas. Sudah merelakan anak tersebut dan itu semua karena ya di luar dari kendali kita semua. Intinya seperti itu. Jadi kita kembalikan ke yang atas," terangnya.
Jangan Sampai Terjadi Lagi
Ia berharap peristiwa yang dialami anaknya ini ke depan tak lagi terjadi dan Rheza menjadi korban yang terakhir.
Yoyon meminta agar peristiwa yang dialami anaknya ini jadi pembelajaran untuk semu pihak.
"Mudah-mudahan anak saya ini yang terakhir. Anak saya menjadi istilahnya bukan menjadi korban, seperti itu kan buat pembelajaran semua untuk aksi-aksi yang lain. Mudah-mudahan nanti juga kondusif. Mungkin seperti itu," ungkapnya.