Mengapa 1.000 Lilin? Aksi Solidaritas 1.000 Lilin Amikom untuk Rheza Sandy Pratama
Mahasiswa Amikom Yogyakarta menggelar Aksi Solidaritas 1.000 Lilin Amikom sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk Rheza Sandy Pratama. Ada apa di balik aksi ini?
Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta menggelar aksi solidaritas yang menyentuh hati. Mereka menyalakan 1.000 lilin sebagai bentuk penghormatan dan doa. Aksi ini didedikasikan untuk almarhum Rheza Sandy Pratama, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan basket Kampus Amikom pada Kamis malam. Sekitar 100 mahasiswa turut serta, mengenakan pakaian hitam dan almamater ungu. Aksi ini menjadi simbol duka cita mendalam dari seluruh civitas akademika kampus.
Rheza Sandy Pratama meninggal dunia setelah mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY pekan lalu. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas di kalangan mahasiswa. Mereka menuntut keadilan serta perlindungan hak berpendapat bagi setiap mahasiswa.
Tuntutan Keadilan dan Perlindungan Hak Mahasiswa
Ketua BEM Amikom Yogyakarta, Alvito Afriansyah, menegaskan tujuan utama aksi ini. Gerakan ini didasari keinginan kuat mahasiswa Amikom. Mereka tidak ingin ada lagi mahasiswa mengalami represivitas seperti yang menimpa almarhum Rheza.
Alvito mengatakan, hingga kini pihak kampus terus berkomunikasi berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Koordinasi ini bertujuan untuk menuntut keadilan. Mereka juga ingin mengungkap fakta sebenarnya atas insiden yang dialami Rheza.
Alvito menambahkan bahwa mahasiswa akan dilibatkan dalam audiensi. Mereka akan menjadi perwakilan dari suara mahasiswa. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung perjuangan keadilan.
Ungkapan Belasungkawa dan Penyelidikan Internal
Wakil Rektor III Amikom, Ahmad Fauzi, menjelaskan makna aksi tersebut. Kegiatan ini merupakan refleksi ungkapan duka cita dan belasungkawa. Seluruh civitas akademika Amikom turut merasakan kehilangan mendalam.
Fauzi berharap segera mendapatkan informasi lengkap terkait kejadian yang menimpa mahasiswanya. Prosesi penyalaan lilin juga diwarnai pembacaan puisi untuk Rheza. Acara ditutup dengan pernyataan sikap BEM Amikom.
Pernyataan sikap tersebut menyerukan penegakan keadilan. Mereka juga menuntut perlindungan hak mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Sebelumnya, Forum BEM se-DIY menyebut Rheza ikut unjuk rasa pada Minggu (31/8).
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda DIY telah memeriksa 10 saksi. Pemeriksaan ini dilakukan dalam penyelidikan internal kasus kematian Rheza. Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, memastikan penanganan profesional. Polda DIY akan menangani peristiwa itu secara prosedural dan transparan.
Sumber: AntaraNews