Kagum Strategi BPJS Kesehatan, Delegasi Afrika Pelajari Sukses Program JKN Indonesia
Delegasi dari berbagai negara Afrika kagum dengan pencapaian BPJS Kesehatan dalam membangun Program JKN yang berhasil melindungi 98% penduduk Indonesia.
Delegasi dari berbagai negara Afrika, yang tergabung dalam L’Afrique qui ose - Afrique Challenge Group, baru-baru ini mengunjungi Jakarta. Mereka datang untuk mempelajari langsung keberhasilan BPJS Kesehatan dalam mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kunjungan ini menunjukkan minat global terhadap model jaminan kesehatan Indonesia yang dianggap sukses dan inspiratif.
Keberhasilan Indonesia mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam waktu singkat menjadi sorotan utama bagi para delegasi. Pencapaian ini dinilai luar biasa, terutama mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar. Delegasi Afrika ingin memahami strategi dan inovasi yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan untuk mencapai target tersebut.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyambut baik kedatangan para delegasi tersebut di Jakarta. Ia menegaskan komitmen dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan sebagai kunci utama keberhasilan program. Kini, lebih dari 98 persen penduduk Indonesia telah terlindungi oleh Program JKN dan memperoleh predikat UHC.
Inovasi Teknologi dan Ekosistem JKN yang Menginspirasi
CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye, menyatakan kekagumannya terhadap BPJS Kesehatan dan pencapaiannya. Ia menyoroti kemampuan Indonesia mencapai UHC dalam satu dekade, bahkan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun ekosistem layanan yang solid.
Alioune Gueye secara khusus memuji penerapan teknologi dalam Program JKN. Pemanfaatan kecerdasan buatan, integrasi data, dan digitalisasi proses administrasi dianggap sebagai langkah yang visioner. Inovasi ini telah meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN secara signifikan dan efektif.
Aplikasi Mobile JKN disebut sebagai salah satu contoh inovasi yang sangat maju oleh Alioune Gueye. Aplikasi ini memberikan kemudahan nyata bagi peserta dalam mengakses layanan kesehatan. Selain itu, fitur i-Care JKN juga menjadi terobosan penting karena memungkinkan dokter mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta.
Menurut Alioune, ekosistem JKN yang dibangun oleh BPJS Kesehatan dapat menjadi rujukan penting bagi banyak negara. Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia patut bangga dengan kehadiran Program JKN. Program ini memberikan perlindungan finansial sekalipun di saat masyarakat sedang sakit.
Komitmen dan Transformasi Digital BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan tantangan dalam mencapai UHC di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tidak mudah bagi Indonesia untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk. Namun, berkat komitmen dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, tujuan tersebut berhasil dicapai.
Ghufron Mukti juga menyoroti peran penting transformasi digital dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Program JKN. Dengan implementasi inovasi yang adaptif, dipastikan seluruh peserta mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan penyelenggaraan Program JKN yang berkelanjutan.
BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center untuk monitoring dan evaluasi. Sistem ini memantau pelaksanaan Program JKN di lapangan secara real-time. Dari sini, dapat dipantau jumlah transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan yang mencapai jutaan transaksi tiap harinya. Hal ini menunjukkan efektivitas pengelolaan dan pengawasan BPJS Kesehatan.
Sumber: AntaraNews