Qodari: Doa Saya Makin Panjang, Tugas Kepala Bakom Berat
Qodari mengaku doanya makin panjang usai ditunjuk jadi Kepala Bakom. Ia menilai tugas komunikasi program pemerintah sangat berat.
Muhammad Qodari mengungkapkan perasaan berat usai dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku tanggung jawab yang diemban membuat doanya semakin panjang.
“Terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang, karena berat, berat sekali,” ujar Qodari usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, Senin (26/4/2026).
Menurut Qodari, tugas sebagai Kepala Bakom bukanlah pekerjaan ringan. Ia harus mengomunikasikan berbagai program pemerintah yang jumlahnya sangat banyak kepada publik.
“Ini pekerjaan yang besar. Tentunya pekerjaan yang sangat besar ini harus bekerja sama dengan berbagai lembaga, dengan semua kementerian/lembaga,” katanya.
Peran Baru yang Menantang
Ia menjelaskan, banyaknya program Prabowo Subianto menjadi tantangan utama dalam menjalankan peran barunya.
Program-program tersebut dinilai masif dan membutuhkan strategi komunikasi yang efektif agar dapat dipahami masyarakat.
“PR terbesar itu sebetulnya ada di program Pak Prabowo yang sangat banyak, sangat masif, sangat fundamental bahkan paradigma baru. Dan karena itu memang sangat perlu sebuah kegiatan komunikasi yang amat sangat masif,” jelasnya.
Meski mengakui beratnya tugas tersebut, Qodari menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan. Ia juga menilai kedekatannya dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, dapat membantu memperlancar komunikasi program pemerintah.
“Insya Allah saya dengan teman-teman media ini sangat dekat dan mudah-mudahan kedekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih baik dan semakin baik lagi,” ujarnya.
Pelantikan Qodari sebagai Kepala Bakom merupakan bagian dari reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo. Dalam perombakan tersebut, Qodari dulunya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).