Prabowo Perintahkan KSP Qodari Kumpulkan Video Prediksi Kegagalan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menelusuri klip video yang meramalkan kegagalan Program Makan Bergizi Gratis, sebagai bukti keberhasilan pemerintah yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat.
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi penting kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari. Instruksi ini secara spesifik meminta penelusuran dan pengumpulan klip-klip video yang diunggah di berbagai platform media sosial. Video-video tersebut berisi ramalan atau prediksi yang menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya di Indonesia.
Perintah ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam sebuah acara peresmian lebih dari 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara terpusat. Acara tersebut berlangsung di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, pada hari Jumat. Tujuan utama dari pengumpulan materi digital ini adalah untuk membuktikan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
Presiden Prabowo ingin menunjukkan kepada publik, khususnya kelompok yang meragukan, bahwa program ini berjalan sesuai rencana. Program MBG ditargetkan mampu menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026. Keberhasilan ini diharapkan dapat membantah segala prediksi negatif yang pernah beredar luas.
Tantangan dan Pembuktian Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkapkan perasaan pribadinya terkait tudingan "menghina bangsa Indonesia" yang dialamatkan kepadanya. Tudingan ini muncul seiring dengan peluncuran Program Makan Bergizi Gratis. Beliau merasa sangat gusar dan mempertanyakan dasar tuduhan tersebut, mengingat rekam jejak pengabdiannya sejak muda.
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya yang tidak pernah surut untuk Republik Indonesia. "Dari umur muda, letnan dua, tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik. Kok, saya sampai hati mau menghina? Tidak! Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan dedikasi penuhnya terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Beliau menambahkan keinginannya untuk "mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya." Ini merupakan kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit. Oleh karena itu, Presiden Prabowo bertekad untuk membuktikan melalui keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bahwa niatnya semata-mata adalah untuk kebaikan rakyat dan negara, bukan untuk menghina.
"Pak Qodari, tolong dikumpulin ya. Video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya, bisa tiap malam saya lihat-lihat," perintah Presiden Prabowo kepada KSP Qodari.
Capaian dan Skala Implementasi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo memaparkan data terkini mengenai capaian Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan. Jumlah penerima manfaat Program MBG terbaru telah mencapai angka 60,2 juta anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Angka ini menunjukkan dampak positif yang signifikan sejak program ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2025.
Untuk mendukung distribusi dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah telah membangun jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang luas. Saat ini, jumlah SPPG telah mencapai 23.000 unit di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa SPPG ini bahkan dioperasikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), menunjukkan sinergi antarlembaga negara.
Skala implementasi Program Makan Bergizi Gratis ini sangatlah besar dan ambisius. Presiden Prabowo mengilustrasikan bahwa jumlah penerima manfaat program ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari. Atau, jumlah tersebut sama dengan 10 kali populasi Singapura setiap hari, atau dua kali populasi Malaysia setiap harinya. Perbandingan ini menyoroti jangkauan masif dari inisiatif pemerintah untuk mengatasi masalah gizi.
Sumber: AntaraNews