Menakar Potensi Qodari Hidupkan KSP Era Presiden Prabowo Subianto
Qodari menargetkan akan lebih mengaktifkan KSP dalam menyampaikan informasi terkait program-program Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto mengangkat M. Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan atau KSP. Qodari menargetkan akan lebih mengaktifkan KSP dalam menyampaikan informasi terkait program-program Presiden Prabowo.
"Sehingga teman-teman nanti juga akan lebih banyak narasumber, lebih banyak informasi. Tidak semuanya terpusat di PCO, tapi insha Allah KSP juga akan tampil untuk menjelaskan program-program Presiden," kata Qodari usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9).
Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menilai Qodari memiliki potensi besar lebih aktif dan dekat dengan publik. Latar belakang Qodari sebagai peneliti, konsultan politik, dan akademisi diyakini dapat mendukung kiprahnya di lingkaran Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah. "Secara pribadi saya menaruh harapan besar kepada Mas Qodari dalam menduduki jabatan barunya sebagai Kepala KSP," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/9).
Menurut Toto, meski baru pertama kali masuk ke jajaran pemerintahan, Qodari sudah memahami dinamika politik dan tata kelola pemerintahan. Selain itu, loyalitas, sikap tegas, serta keberanian dalam mengambil keputusan dianggap sebagai keunggulan yang membedakannya.
"Qodari figur yang sangat loyal dengan karakter personal tegas dan berani dalam mengambil sikap. Ia tidak plin-plan," kata Toto.
Ia juga menyoroti kemampuan komunikasi publik Qodari, termasuk membaca psikologi massa, yang dinilai penting agar pemerintah tidak keliru merespons isu-isu besar. "Bekal itu seharusnya membuat Qodari mampu mengisi kekosongan figur strategis di lingkaran presiden yang bisa menerjemahkan keinginan presiden," ujarnya.
Peran KSP Dinilai Belum Maksimal
Toto menilai, selama ini peran Kepala KSP belum maksimal. Ia menyebut KSP sempat aktif di bawah kepemimpinan Moeldoko, tetapi dengan kesan yang dominan negatif. Sementara ketika dipimpin Letjen AM Putranto, kinerjanya justru minim publikasi.
"Qodari punya potensi dan kemampuan selain menjadi Kepala KSP juga sekaligus juru bicara presiden. Intinya, Kepala KSP yang bisa menerjemahkan pikiran dan ide besar presiden," tegas Toto.
Ia mencontohkan, program nasional Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo justru lebih sering diberitakan dari sisi negatif, mulai dari makanan basi hingga isu keracunan. Padahal, menurut Toto, program tersebut merupakan mimpi besar Presiden untuk dijadikan legacy.
Selain itu, program ketahanan pangan, energi, efisiensi, dan pemberantasan korupsi juga dinilai belum dikapitalisasi secara optimal menjadi pengetahuan publik.
"Dalam konteks itu, saya berharap Mas Qodari mampu mengisi kekosongan tersebut. Idealnya, seluruh penyelenggara negara, baik menteri maupun kepala daerah, juga bisa berperan sebagai juru bicara," pungkas Toto.