Gus Yahya Buka Suara Terkait Kabar Pemakzulan Ketum PBNU
Kabar pemakzulan itu terungkap melalui dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tanggal 20 November 2025 yang beredar.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya angkat bicara tentang isu pemakzulannya dari kursi Ketum PBNU. Gus Yahya mengaku tengah berkoordinasi dengan pengurus dalam agenda Rapat Koordinasi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Hotel Navator Surabaya, Sabtu (22/11) malam.
“Silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi,” ujar Gus Yahya.
Dikonfirmasi tentang isu pemakzulannya yang terungkap melalui dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tanggal 20 November 2025, Gus Yahya mengaku mengaku belum tahu. Dia beralasan belum menerima dokumen risalah ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar itu.
"Saya sendiri belum terima. Tapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan. Tunggu informasinya ya," kata dia.
Gus Ipul Jawab Kabar Gus Yahya Mundur dari Kursi Ketum PBNU
Sebelumnya Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) buka suara soal isu pemakzulan Ketua Umum (Ketum) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang tengah berembus. Ia meminta seluruh elemen pengurus NU untuk tenang menyikapi hal itu.
Isu pemakzulan itu terungkap melalui dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU tanggal 20 November 2025 yang beredar. Dokumen itu sendiri ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Menyikapi dinamika itu, Gus Ipul mengimbau seluruh pengurus NU di semua tingkatan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif.
Gus Ipul menegaskan, apa yang terjadi saat ini merupakan perkara organisasi biasa yang sedang ditangani oleh jajaran Syuriah PBNU sesuai mekanisme internal yang berlaku.