FOTO: Keseruan Tradisi Perang Obor Pikat Ribuan Warga di Jepara
Ribuan warga memadati Desa Tegalsambi untuk menyaksikan tradisi Perang Obor yang digelar selepas panen.
Bunga api beterbangan di langit malam saat puluhan peserta saling berhadapan menggunakan obor menyala dalam tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin malam (25/5/2026). Tradisi tahunan tersebut menjadi puncak rangkaian sedekah bumi yang digelar masyarakat setempat sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, keselamatan, dan kesehatan.
Sebanyak 400 obor disiapkan untuk sekitar 40 peserta yang terlibat dalam ritual tersebut. Ribuan warga dan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan jalannya tradisi yang telah berlangsung turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.
Perang Obor digelar setiap Senin Pahing malam Selasa Pon setelah masa panen. Tradisi itu dipercaya telah ada sejak abad ke-16 dan berkaitan dengan legenda Ki Gemblong serta Kyai Babadan yang hidup dalam cerita rakyat masyarakat Tegalsambi.
Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, Ki Gemblong yang bertugas menggembala ternak milik Kyai Babadan terlena mencari ikan hingga hewan ternak mengalami sakit. Kyai Babadan kemudian memukul Ki Gemblong menggunakan obor. Api dari obor tersebut dipercaya justru membawa kesembuhan bagi ternak yang sakit sehingga kemudian diyakini sebagai simbol penolak bala dan keselamatan desa.
Selain menjadi ritual adat, Perang Obor juga dinilai memiliki nilai budaya dan daya tarik wisata. Tradisi tersebut setiap tahun menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan suasana khas dengan kobaran api di tengah malam.