Pegon merupakan kereta pedati yang ditarik dengan dua ekor sapi. Dulu, pegon menjadi alat transportasi andalan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Seiring berkembangnya zaman, pegon semakin ditinggalkan karena kalah bersaing dengan transportasi modern.
Advertisement
Parade Pegon merupakan tradisi para petani yang tinggal di kawasan pesisir selatan Kota Jember, untuk menandai Lebaran Ketupat. Mengutip ANTARA, tradisi ini sudah ada sejak tahun 1989 silam.
Parade Pegon dilakukan dengan menyusuri areal persawahan dan berakhir di pesisir pantai. Pada hari pelaksanaan, puluhan hingga ratusan pegon dihiasi beragam ornamen dari janur kuning dan aksesoris lainnya.
Mengutip Liputan6.com, para kusir mengajak serta seluruh anggota keluarganya untuk naik ke atas gerobak pegon. Mereka pun berkeliling melintasi jalan-jalan desa yang sejuk dikelilingi persawahan.
Advertisement
Dulu pegon sangat populer dan biasanya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian. Kini saat keberadaannya semakin sedikit, warga pesisir Jember menggelar Parade Pegon untuk melestarikan alat transportasi yang semakin tersisih ini.
Setelah menempuh perjalanan hingga 10 kilometer berkeliling desa dan areal persawahan, Parade Pegon berakhir di kawasan Pantai Selatan Watu Ulo.
Sembari menanti sapi-sapi beristirahat dan diberi pakan, para peserta arak-arakan melanjutkan tradisinya dengan makan ketupat bersama sambil menikmati panorama pantai.
"Parade Pegon merupakan budaya warga pesisir yang dilakukan dari tahun ke tahun dan lintas generasi, sehingga harus dijaga kelestarian budaya itu," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bambang Rudyanto, Minggu (21/4/2024).
Advertisement
Parade Pegon 2024 juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Sendratari Kolosal Singgahsana Watu Ulo. Tradisi ini ditutup dengan warga rebutan Gunungan Ketupat dan buah sayur di pinggir pantai.
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Jember mengusulkan kegiatan Parade Pegon yang digelar di Pantai Watu Ulo pada puncak Lebaran Ketupat dapat menjadi warisan budaya tak benda.