Pemerintah Kabupaten Bangka Barat gencar mengembangkan Tradisi Taber Laot sebagai daya tarik wisata utama di wilayahnya. Upacara adat tahunan ini berlangsung meriah di Desa Rambat, pesisir Pantai Batu Keranji, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menarik perhatian banyak pihak.
Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur mendalam masyarakat atas limpahan hasil laut yang telah menopang kehidupan mereka. Selain itu, ritual Taber Laot juga berfungsi sebagai upacara tolak bala, memohon perlindungan dari segala musibah yang mungkin datang.
Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk melestarikan warisan budaya berharga ini. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga mendorong kemajuan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Makna dan Nilai Luhur Tradisi Taber Laot
Tradisi Taber Laot di Desa Rambat adalah upacara sedekah adat tahunan yang sarat makna dan nilai filosofis. Ritual ini menjadi ekspresi tulus rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki melimpah dari laut selama setahun penuh.
Lebih dari sekadar perayaan, Taber Laot juga mengandung nilai luhur berupa keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian laut yang telah memberikan banyak ikan dan hasil tangkapan lain.
Bupati Markus secara khusus mengapresiasi perjuangan warga Desa Rambat yang konsisten menjaga tradisi ini. "Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap alam ini patut diwariskan kepada generasi penerus agar tetap lestari," ujarnya.
Advertisement
Taber Laot bukan sekadar tradisi, melainkan warisan budaya yang mendalam. Ia mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama laut yang menjadi sumber penghidupan warga.
Advertisement
Dukungan Pemerintah dan Potensi Wisata Bangka Barat
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menunjukkan dukungan konkret terhadap pelestarian dan pengembangan Tradisi Taber Laot. Sebagai bentuk komitmen, Pemkab telah mengalokasikan bantuan dana penyelenggaraan sebesar Rp40 juta untuk tahun ini.
Bupati Markus optimis bahwa dukungan finansial dan moral ini akan membuat kegiatan semakin menarik dan berkembang pesat. "Kami yakin akan semakin banyak yang berkunjung untuk melihat langsung ritual Taber Laot," kata Markus.
Pelaksanaan tradisi yang berlokasi di pesisir Pantai Batu Keranji menawarkan pengalaman visual yang sangat menarik bagi wisatawan. "Selain memiliki keunikan tradisi budaya, pelaksanaan Taber Laot yang berlokasi di pesisir Pantai Batu Keranji sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan," jelas Bupati.
Advertisement
Pantai Batu Keranji tidak hanya indah dengan pemandangan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan laut luar biasa. Masyarakat setempat secara kompak menjaga kelestarian ekosistem laut, menjadikannya destinasi yang ideal untuk wisata bahari.
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Produk Unggulan Desa Rambat
Pengembangan Tradisi Taber Laot diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. Inisiatif ini diproyeksikan akan mendorong kemajuan sektor pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta industri kecil berbasis kelautan.
Desa Rambat dikenal luas sebagai salah satu pemasok ikan laut segar utama hasil tangkapan nelayan lokal. Potensi bahari desa ini sangat besar, mendukung keberlanjutan mata pencarian warga.
Selain ikan segar, masyarakat Desa Rambat juga aktif menghasilkan berbagai produk UMKM unggulan berbahan baku ikan dan hasil laut lainnya. Ini menunjukkan kreativitas dan inovasi ekonomi lokal.
Advertisement
Produk-produk khas Desa Rambat meliputi wakwak kering, rusip (fermentasi basah berbahan ikan bilis), teri, dan berbagai jenis makanan ringan lainnya. Aneka olahan ini tidak hanya lezat tetapi juga menjadi cenderamata menarik bagi wisatawan.
Sumber: AntaraNews