Dorong Kemandirian Pangan, PSN Papua Disebut Langkah Strategis Nasional
Di tengah situasi dunia yang dinilai rentan akibat konflik geopolitik, perubahan iklim ekstrem, serta gangguan rantai pasok pangan internasional.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, perubahan iklim ekstrem, hingga ancaman gangguan rantai pasok pangan dunia, penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional dinilai kian mendesak untuk ditempatkan sebagai prioritas utama kebijakan pemerintah.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menegaskan hal tersebut sebagai langkah strategis yang tidak dapat ditunda.
Ia menilai, ketergantungan terhadap impor pangan harus terus dikurangi melalui penguatan produksi dalam negeri, terutama di tengah situasi dunia yang dinilai rentan akibat konflik geopolitik, perubahan iklim ekstrem, serta gangguan rantai pasok pangan internasional.
"Semangat mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan nasional memang harus menjadi prioritas strategis negara, apalagi di tengah ketidakpastian global, perang, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok pangan dunia. Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor pangan karena pangan menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlangsungan hidup rakyat," ujar Johan.
Lumbung Pangan
Menurutnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, menjadi salah satu langkah penting yang perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya tersebut. Ia menilai proyek ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pangan nasional secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Johan juga menekankan pentingnya pelaksanaan proyek yang tetap memperhatikan keseimbangan antara pembangunan, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dan lokal di wilayah setempat.
Lebih Hati-hati
Di sisi lain, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, turut memberikan tanggapan terkait narasi dalam film dokumenter Pesta Babi yang menyinggung PSN di Papua Selatan. Ia menilai sejumlah informasi dalam film tersebut perlu dicermati secara lebih hati-hati agar tidak menimbulkan pemahaman yang kurang utuh mengenai posisi Keuskupan Agung Merauke.
Dalam video yang beredar pada Senin (25/5/2026), Uskup Mandagi mengajak publik untuk tetap bersikap kritis dalam menerima informasi serta membuka ruang klarifikasi secara proporsional.
"Bagi saya film Pesta Babi itu memang bersifat kontroversial. Tetapi dalam menonton jangan hilang otak kita, daya kritis kita," kata Uskup Mandagi.
Ia juga menyoroti proses pengumpulan informasi dalam film tersebut, termasuk pemilihan narasumber yang menurutnya perlu dipertimbangkan agar sebuah karya dokumenter dapat menghadirkan gambaran yang lebih berimbang.