Densus 88 Tangkap Anak SMA Pembina Pondok Tahfiz saat Beli Air Galon
Ketua RW 4, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Nasir Dg Nai membenarkan adanya satu warganya yang ditangkap Densus 88 Antiteror.
Seorang remaja inisial AM (19) ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror saat membeli air galon dekat rumahnya di Jalan S Daeng Ngemba, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/5) malam. Diduga AM terlibat jaringan teroris.
Ketua RW 4, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Nasir Dg Nai membenarkan adanya satu warganya yang ditangkap Densus 88 Antiteror.
Nasir menyebut, AM ditangkap saat membeli air galon di sebuah toko dekat Sekolah Dasar Citra, Samata, Gowa.
"Ada satu orang, namanya AM. Dia (ditangkap) lagi beli air galon," ujarnya kepada wartawan.
Nasir mengungkapkan, AM merupakan seorang tahfiz dan juga guru salah satu Pondok Tahfiz Alquran Gratis. Nasir menduga AM ditangkap Densus 88 Antiteror karena terkait kelompok terorisme.
"Kalau menurut informasi, bau-bau teror begitu (terorisme)," kata dia.
Kesaksian Ibunda
Sementara ibu AM, St Khadijah mengugkapkan, anaknya masih tercatat sebagai siswa kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA). Meski demikian, Khadijah menyebut anaknya menjadi pembina di salah satu Pondok Tahfiz di Gowa.
"Dia membina di Rumah Tahfiz. Anak sekolah," kata dia.
Khadijah mengaku AM ditangkap tanpa adanya pemberitahuan dan saat membeli air galon. Khadijah mengungkapkan baru mengetahui anak pertamanya itu ditangkap Densus 88 Antiteror dari anak bungsunya.
"Langsung ditangkap tanpa pemberitahuan. Adeknya yang bungsu lari ke sini bilang ditangkap AM," tuturnya.
Ia mengaku tak menyangka anaknya ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat kelompok teroris. Ia menyebut kegiatan anaknya sehari-hari hanya sekolah, mengajar mengaji, dan salat.
"Tidak ada (kegiatan mengarah terorisme). Dia hanya sekolah dan menghafal Alquran," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Didik Supranoto yang coba dikonfirmasi belum memberikan jawaban.