Cerita Turis Malaysia dan Belanda saat Ajukan Refund Tiket Kereta Usai Kecelakaan KRL Bekasi
Wisatawan asing juga merasakan dampak akibat kecelakaan kereta api jarak jauh yang terjadi di Bekasi Timur pada malam Senin, 27 April 2026.
KAI menawarkan pengembalian dana 100 persen kepada calon penumpang kereta jarak jauh di Pulau Jawa setelah terjadinya kecelakaan di Bekasi Timur pada malam hari, Senin, 27 April 2026.
Tawaran ini menjadi solusi bagi sebagian wisatawan asing yang telah merencanakan perjalanan liburan mereka, yang bahkan sudah dipersiapkan sejak beberapa minggu sebelumnya.
Rasa lelah pasti menghampiri, karena perjalanan yang seharusnya menyenangkan harus tertunda selama berjam-jam.
Nini (33) dan Luqman Ayub (43), penumpang asal Malaysia yang berencana berlibur ke Bandung, Jawa Barat, telah berangkat menuju stasiun Gambir sejak pukul 07.30 WIB pada Selasa, 28 April 2026, dengan estimasi waktu perjalanan satu jam.
Proses boarding telah dilakukan, namun kereta yang dinanti sejak pagi tidak kunjung tiba hingga pukul 1 siang.
Nini mengaku telah mengetahui tentang kecelakaan yang terjadi malam sebelumnya dan merasa sedih, serta memaklumi keterlambatan kereta yang berlangsung berjam-jam.
Dalam sesi wawancara singkat, Nini menyampaikan perasaannya yang cukup campur aduk.
"Kita terus tanya karyawan dan request untuk refund. Kita enggak stres sih, tapi kita harus (refund), kita juga harus berduka cita because ini kan berlakunya malam tadi, khususnya wanita, kita pun merasa, aduh, sedih," ujarnya dikutip dari Liputan6, Rabu (29/4/2026).
Menunggu Bukan Pilihan
Nini segera mengambil keputusan untuk mengajukan refund dan merencanakan perjalanan ke Stasiun Halim.
Bersama Luqman, Nini memilih Whoosh sebagai alternatif transportasi. Mereka menjadwalkan keberangkatan pada pukul 1 siang.
Meskipun kelelahan, Nini dan Luqman tetap menghargai semua yang mereka temui di Stasiun Gambir.
Mereka merasa beruntung mendapatkan bantuan cepat dari petugas dan menghargai media yang sigap meliput dampak dari kecelakaan tersebut. Keduanya berharap agar situasi yang menyedihkan ini segera pulih.
Keputusan yang diambil Nini dan Luqman serupa dengan Mik (20), seorang warga negara Belanda yang juga menunggu di stasiun pada siang hari itu.
Mik dan temannya berencana untuk berlibur ke Semarang, dan mereka baru tiba di Jakarta sehari sebelumnya.
Sayangnya, rencana liburan yang telah disusun harus tertunda lama karena kereta yang akan mereka naiki mengalami banyak penundaan.
Dari pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB, mereka tidak mendapatkan kepastian mengenai jam keberangkatan kereta.
Mik pun mempertimbangkan untuk mengambil transportasi lain jika dalam satu jam ke depan, tidak ada kepastian mengenai jadwal keberangkatan kereta mereka. Opsi pesawat dan taksi menjadi pilihan alternatif bagi mereka.
Mik juga berbagi pandangannya mengenai kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh di Pulau Jawa dan KRL.
Menurutnya, kecelakaan tersebut sangat mengerikan. Pandangan ini membuat Mik dan temannya memahami keterlambatan semua kereta yang terjadi akibat insiden tersebut.
Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan semua pihak dapat lebih berhati-hati dalam perjalanan.