Tampang Bule yang Berkali-Kali Bikin Rusuh di Bali, Belanja di Warung Tak Mau Bayar

Seorang WNA asal Belarusia membuat keributan di Lovina, Buleleng, hingga viral karena tak mau membayar makanan. Polisi lalu menyerahkannya ke imigrasi.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Tampang Bule yang Berkali-Kali Bikin Rusuh di Bali, Belanja di Warung Tak Mau Bayar
Tampang Bule yang Berkali-Kali Bikin Rusuh di Bali, Belanja di Warung Tak Mau Bayar (Merdeka.com)

Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Belarusia bernama Pisarenka Pavel (31) membuat keresahan di kawasan wisata Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. Aksinya viral di media sosial setelah diduga tidak mau membayar makanan di sebuah warung.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 07.20 WITA. Sebelumnya, WNA itu juga dilaporkan membuat keributan di Hotel Rumi Bumi Lovina, Desa Anturan.

“Benar, kejadian tersebut sempat viral. Dari hasil penelusuran dan penanganan di lapangan, peristiwa berawal dari laporan pihak hotel kepada petugas Pos Polisi Lovina terkait adanya keributan yang dilakukan seorang tamu WNA,” kata Iptu Yohana saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Tampang Bule yang Berkali-Kali Bikin Rusuh di Bali, Belanja di Warung Tak Mau Bayar
Tampang Bule yang Berkali-Kali Bikin Rusuh di Bali, Belanja di Warung Tak Mau Bayar Istimewa

Menurut keterangan kepolisian, Pisarenka Pavel diketahui menginap di Hotel Rumi Bumi Lovina. Petugas Pos Polisi Lovina yang menerima laporan langsung menuju lokasi. Namun, sebelum tiba di hotel, petugas sempat bertemu dengan WNA tersebut di kawasan Pantai Lovina.

“Petugas langsung melakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan kepada yang bersangkutan agar menghentikan perbuatannya serta tidak mengulangi tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Setelah dilakukan klarifikasi bersama pihak manajemen hotel, tidak ditemukan kerusakan fasilitas maupun kerugian materiil. Namun, situasi kembali memanas ketika WNA tersebut datang lagi ke hotel dalam kondisi emosi, berbicara dengan nada tinggi, dan melontarkan ucapan yang dinilai meresahkan.

WNA tersebut juga meminta kopi dan sarapan serta mengajukan perpanjangan masa menginap tanpa melakukan pembayaran. Pihak hotel memenuhi permintaan konsumsi, tetapi menolak perpanjangan menginap karena mempertimbangkan kenyamanan tamu lain.

“Karena yang bersangkutan terus membuat keributan dan berpotensi mengganggu tamu lainnya, petugas memberikan waktu sekitar 15 menit agar segera meninggalkan area hotel,” jelas Iptu Yohana.

Lokasi kejadian penusukan sudah diberikan garis polisi
Lokasi kejadian penusukan sudah diberikan garis polisi (Foto: Reza Effendi/Liputan6.com) @ 2025 merdeka.com

Setelah meninggalkan hotel, WNA tersebut kembali dilaporkan warga karena berbelanja di sebuah warung di sekitar hotel namun tidak bersedia membayar. Laporan itu membuat petugas kembali turun tangan.

Polisi kemudian mengamankan Pisarenka Pavel dan membawanya ke Polres Buleleng untuk pendalaman lebih lanjut.

Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja untuk penanganan sesuai prosedur.

“Dari hasil koordinasi dengan pihak imigrasi, data keimigrasian yang bersangkutan dinyatakan lengkap. Namun pihak imigrasi menyarankan agar apabila terdapat indikasi pidana, penanganan dapat dilanjutkan melalui jalur hukum di Polres Buleleng,” ujarnya.

Polres Buleleng menegaskan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan humanis.

Kepolisian juga mengimbau warga lokal maupun WNA untuk mematuhi aturan serta menjaga ketertiban selama berada di wilayah hukum Buleleng.

Rekomendasi