BGN Tingkatkan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis, Ribuan SPPG Diberi Peringatan
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memberi peringatan hingga suspensi pada ribuan SPPG, sekaligus menyesuaikan jadwal distribusi program.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk meningkatkan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Sebanyak 2.100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menerima peringatan dari BGN. Selain itu, sebagian operasional SPPG juga dihentikan sementara sebagai bentuk komitmen pengawasan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan standar layanan MBG tetap terpenuhi sesuai ketentuan. Langkah pengawasan ini dilakukan menyusul berbagai temuan di lapangan. Tujuannya adalah untuk mendorong perbaikan layanan secara menyeluruh.
Kebijakan ini juga mencakup penyesuaian mekanisme distribusi MBG yang kini hanya akan diberikan pada hari sekolah. Evaluasi lintas kementerian/lembaga telah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola Program Makan Bergizi Gratis.
Pengawasan Ketat BGN Terhadap SPPG Pelaksana MBG
BGN telah menjatuhkan peringatan kepada 2.100 SPPG, dan 1.789 di antaranya bahkan dihentikan sementara operasionalnya. Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa mayoritas suspensi terjadi karena SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan, SPPG yang dinilai baik pun dapat disuspensi jika SLHS belum terbit.
"Suspensi dilakukan sementara hingga dokumen tersebut (SLHS) terbit. Nanti data ini berkembang, karena bisa saja dalam dua sampai tiga hari SLHS-nya keluar," ujar Dadan. Durasi suspensi diperkirakan berkisar antara satu hingga dua minggu, bergantung pada kecepatan unit dalam memenuhi persyaratan.
Selain masalah SLHS, faktor lain yang menyebabkan penghentian sementara adalah belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). BGN meminta SPPG yang belum memiliki IPAL untuk segera membangun fasilitas tersebut. Langkah ini adalah bagian dari upaya pembinaan, bukan sanksi permanen, agar SPPG dapat memperbaiki kekurangan.
Selama bulan Ramadhan, BGN juga menemukan 62 SPPG yang menyajikan menu kurang sesuai dengan ketentuan program. Kasus ini sempat menjadi perbincangan di media sosial. SPPG terkait kemudian dihentikan sementara operasionalnya untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.
Penyesuaian Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan mekanisme distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini, MBG hanya akan diberikan pada hari-hari ketika murid masuk sekolah. Keputusan ini diambil setelah evaluasi lintas kementerian/lembaga dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI di Jakarta, Kamis.
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pemberian MBG selama enam hari termasuk hari libur dinilai kurang efektif. "Oleh karena itu, kita putuskan MBG diberikan saat hari sekolah, (murid) datang 5 hari. Kalau libur Lebaran, kan, kalau diberikan MBG juga tidak efektif. Jadi, libur tidak ada lagi (penyaluran MBG ke siswa), hanya diberikan di hari sekolah," katanya.
Penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. Dengan fokus pada hari sekolah, diharapkan penyaluran MBG dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak gizi yang optimal bagi para siswa.
Komitmen BGN untuk Kelompok Rentan Selama Libur
Meskipun ada penyesuaian distribusi untuk siswa sekolah, BGN tetap memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis bagi kelompok rentan. Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah, yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025, distribusi tetap berjalan.
Kelompok 3B, yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, akan terus menerima MBG enam hari dalam sepekan. Penyaluran ini tidak akan terpengaruh oleh kalender libur sekolah. Komitmen ini menunjukkan prioritas BGN dalam menjaga asupan gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Langkah ini menegaskan bahwa tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah pemerataan gizi. BGN berupaya memastikan bahwa dukungan gizi esensial tetap sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, terlepas dari jadwal sekolah. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pemenuhan gizi nasional.
Sumber: AntaraNews