Kemendukbangga: Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Ekosistem Pencegahan Stunting di Daerah
Sekretaris Kemendukbangga menegaskan Program Makan Bergizi Gratis harus menguatkan ekosistem pencegahan stunting yang sudah ada, bukan membangun sistem baru, demi efektivitas penanganan kondisi gagal tumbuh pada balita.
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa program ini harus memperkuat ekosistem pencegahan stunting di daerah. Hal ini disampaikan dalam diskusi Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di DI Yogyakarta pada Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Budi, MBG tidak perlu membangun sistem baru dalam penanganan kondisi gagal tumbuh pada balita. Sebaliknya, program ini diharapkan dapat menyempurnakan ekosistem pelayanan yang telah dibangun oleh berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut meliputi posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), bidan, puskesmas, hingga tokoh masyarakat.
Keberadaan MBG diyakini dapat menyempurnakan ekosistem yang sudah ada, terutama dalam aspek menu, tata kelola, manajemen waktu, dan pola komunikasi antarsektor. Optimalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan stunting.
Optimalisasi Ekosistem yang Telah Terbangun
Budi Setiyono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berfokus pada penguatan ekosistem pencegahan stunting yang sudah ada di daerah. Ini berarti tidak perlu menciptakan sistem penanganan baru, melainkan mengintegrasikan MBG ke dalam struktur pelayanan yang telah terbukti efektif.
Ekosistem pelayanan ini melibatkan peran krusial dari posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), bidan, puskesmas, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka selama ini telah menjalankan mekanisme dapur sehat untuk mengatasi stunting dan pemberian makanan tambahan.
Insentif bagi para kader TPK, menurut Budi, berfungsi sebagai dorongan tambahan, bukan sebagai pengganti motivasi utama mereka. Para kader ini bekerja secara sukarela dengan semangat tolong-menolong dan menjalankan tugas sebagai anggota TPK.
Meskipun alokasi biaya distribusi belum banyak berubah karena keterbatasan anggaran, insentif tersebut diharapkan dapat memberikan stimulus positif. Hal ini penting untuk menjaga semangat dan dedikasi para kader dalam menjalankan tugas mulia mereka.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pencegahan Stunting
Dengan ekosistem yang telah ada sebelum kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak pernah terjadi insiden berbahaya terkait kualitas distribusi makanan. Oleh karena itu, kehadiran MBG diharapkan dapat semakin menguatkan ekosistem pencegahan stunting yang sudah mapan.
MBG secara khusus menargetkan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), yang merupakan kelompok rentan terhadap stunting. Penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan kualitas intervensi gizi di tingkat komunitas.
Sinergi lintas sektor sangat penting dalam penanganan stunting, dan praktik baik pelayanan bagi ibu hamil hingga balita di daerah telah terbukti berjalan efektif. Oleh karena itu, evaluasi implementasi MBG perlu diarahkan tanpa menghilangkan peran sistem pelayanan yang sudah ada.
Pendekatan ini memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak maksimal. Ini dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan pengalaman dari jaringan pelayanan kesehatan dan sosial yang sudah terbentuk.
Sumber: AntaraNews