Bea Cukai Sulbagtara Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Pulau Siau
Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) memobilisasi bantuan darurat bagi korban bencana banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) telah bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan. Mereka menargetkan korban bencana alam yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Mobilisasi bantuan ini merupakan respons terhadap musibah banjir bandang yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagtara, Erwin Situmorang, menyatakan bahwa upaya ini mencakup wilayah kerja Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Bea Cukai dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat.
Penyaluran bantuan ini dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan melibatkan Kantor Bea Cukai Kota Bitung serta Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Pantoloan, Gorontalo. Langkah kolaboratif ini memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Kapal Patroli BC 60002 bahkan dikerahkan untuk memperlancar distribusi logistik.
Peran Bea Cukai dalam Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Bea Cukai Sulbagtara menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Mereka tidak hanya fokus pada tugas utama kepabeanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Ini adalah bagian dari bukti kehadiran mereka sebagai bagian dari masyarakat lokal di wilayah kerja.
Erwin Situmorang berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban bencana. Bantuan ini juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Seluruh upaya ini dilakukan agar permasalahan yang dihadapi korban dapat segera teratasi.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial Bea Cukai. Mereka berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan serta mendukung pemulihan pascabencana.
Koordinasi Pemerintah dan Jenis Bantuan untuk Korban Siau
Pengumpulan bantuan dari sejumlah instansi pemerintah dan swasta dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Berbagai pihak turut berpartisipasi dalam penggalangan dana dan barang. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi krisis.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu mendampingi masyarakat terdampak. Pihaknya berjanji akan terus berupaya meringankan beban hingga kondisi benar-benar pulih. Pernyataan ini memberikan jaminan dukungan berkelanjutan bagi para korban.
Bantuan yang disalurkan sangat beragam, meliputi kebutuhan esensial bagi para pengungsi dan korban. Jenis bantuan tersebut mencakup bahan pangan pokok, sandang atau pakaian, serta perlengkapan kebersihan dan peralatan rumah tangga.
Dampak Banjir Bandang dan Mobilisasi Logistik
Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, dilanda banjir bandang dahsyat akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin, 5 Januari 2026. Bencana alam ini menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah terhadap fenomena alam ekstrem.
Banjir bandang berdampak pada empat kecamatan di Pulau Siau, yaitu Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Skala dampak yang luas ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak. Upaya pemulihan akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar.
Berdasarkan data BNPB, musibah ini mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, dua orang dinyatakan hilang, 22 orang luka-luka, serta 682 warga mengungsi ke tempat lebih aman. Data ini menunjukkan urgensi penyaluran bantuan dan upaya rehabilitasi.
Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, Bea Cukai mengerahkan Kapal Patroli BC 60002. Kapal ini diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung langsung menuju lokasi bencana di Pulau Siau. Penggunaan jalur laut sangat vital mengingat kondisi geografis kepulauan.
Sumber: AntaraNews