Kemensos Salurkan Rp66,7 Miliar untuk Bantuan Korban Bencana Sumatera, Fokus Aceh dan Sumbar

Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengucurkan Bantuan Kemensos Korban Bencana Sumatera senilai Rp66,7 miliar untuk penanganan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk logistik dan dapur umum.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemensos Salurkan Rp66,7 Miliar untuk Bantuan Korban Bencana Sumatera, Fokus Aceh dan Sumbar
Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengucurkan Bantuan Kemensos Korban Bencana Sumatera senilai Rp66,7 miliar untuk penanganan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk logistik dan dapur umum. (AntaraNews)

Kementerian Sosial (Kemensos) telah bergerak cepat menyalurkan bantuan signifikan senilai Rp66,7 miliar untuk penanganan korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Dana ini difokuskan pada tiga provinsi terdampak parah: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini dilakukan per hari Minggu, 7 Desember, sebagai respons terhadap kondisi darurat yang melanda.

Bantuan tersebut tidak hanya mencakup aspek logistik, tetapi juga pengoperasian dapur umum dan pengerahan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menegaskan komitmen Kemensos untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya ini bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan menyeluruh.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana ini telah memengaruhi 52 kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut. Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi, sementara tercatat 916 jiwa meninggal dunia, 274 orang hilang, dan 4.200 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 105.900 rumah juga mengalami kerusakan parah akibat bencana ini.

Distribusi Bantuan Logistik dan Personel di Wilayah Terdampak

Upaya penanganan Kemensos di lapangan diperkuat dengan pendirian 39 dapur umum yang beroperasi secara aktif. Dapur umum ini mampu memproduksi hingga 417.749 bungkus makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. Selain itu, Kemensos juga menyuplai 101,4 ton beras serta ribuan paket kebutuhan dasar lainnya.

Paket kebutuhan dasar yang disalurkan meliputi makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, tenda keluarga, hingga penjernih air. Ini menunjukkan komitmen Kemensos dalam memastikan ketersediaan kebutuhan esensial bagi korban bencana. "Sebanyak 648 Tagana dikerahkan untuk evakuasi, pengelolaan dapur umum, dan layanan dukungan psikososial bagi warga terdampak," ucap Gus Ipul, menyoroti peran penting relawan.

Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, menampung 747 ribu pengungsi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Di provinsi ini, 21 dapur umum memasok hingga 109.178 bungkus makanan per hari. Bantuan logistik untuk Aceh meliputi 8.300 paket makanan siap saji, 4.720 makanan anak, 3.395 kasur, 5.750 selimut, serta 52 ton beras, dengan nilai total Rp22,6 miliar dan dukungan 191 Tagana.

Rincian Bantuan Kemensos Korban Bencana Sumatera per Provinsi

Penanganan bencana di Sumatera Utara mencakup delapan dapur umum yang berkapasitas 22.960 bungkus makanan per hari. Bantuan logistik yang dikirim ke Sumut meliputi 33.430 makanan siap saji, 8.160 makanan anak, 1.850 kasur, dan 15 ton beras. Sebanyak 270 Tagana bergerak aktif di 11 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, dengan total nilai bantuan mencapai Rp26,7 miliar.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kemensos mengoperasikan 10 dapur umum dengan kapasitas tertinggi, yaitu 285.611 bungkus makanan per hari. Paket bantuan untuk Sumbar mencakup 14.758 makanan siap saji, 5.640 makanan anak, 4.135 kasur, 5.680 family kit, serta 34,4 ton beras. Sebanyak 187 Tagana diterjunkan di sembilan kabupaten/kota di Sumatera Barat, dengan nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp17,3 miliar.

Distribusi Bantuan Kemensos Korban Bencana Sumatera ini menunjukkan skala prioritas dan kebutuhan yang berbeda di setiap wilayah. Fokus pada makanan, tempat tinggal sementara, dan dukungan psikososial menjadi inti dari respons cepat Kemensos.

Strategi Penjangkauan Daerah Terisolir dan Sulit Akses

Kemensos juga memperluas penanganan melalui operasi penjangkauan daerah sulit, bekerja sama dengan TNI AL, pemerintah daerah, dan jejaring logistik nasional. "Upaya ini diprioritaskan untuk wilayah terisolir dan rawan dengan fokus pemenuhan kebutuhan dasar, pembukaan akses logistik, serta pendirian layanan kedaruratan," tutur Mensos Saifullah Yusuf. Strategi ini krusial untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan.

Di Aceh Timur, akses yang terputus berhasil ditembus pada 2 Desember 2025 melalui pengiriman jalur laut. Bantuan yang masuk meliputi 2.000 paket sembako, perangkat komunikasi Starlink, dan logistik pendukung untuk memastikan layanan tetap berjalan. Ini menunjukkan inovasi dalam menghadapi tantangan geografis dan kondisi darurat.

Wilayah Langkat di Sumatera Utara yang dilaporkan rawan berhasil dijangkau pada 28 November 2025. Kemensos mendirikan Posko Pengungsian Terpadu sebagai pusat pendataan, koordinasi, dan distribusi bantuan. Pada hari yang sama, tim Kemensos juga mencapai Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga untuk menyalurkan sembako awal dan melakukan asesmen kebutuhan mendesak.

Penanganan di wilayah Aceh juga diperkuat dengan pembukaan akses menuju Aceh Tamiang pada 4 Desember 2025, di mana dapur umum langsung dioperasikan. Akses menuju Aceh Utara juga berhasil dibuka sebelumnya pada 30 November 2025 melalui jalur laut, dengan 1.000 paket sembako dikirim dari Banda Aceh. Daerah terisolir seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah baru dapat dijangkau pada 7 Desember 2025 setelah isu keamanan di Bandara Rembula teratasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi