Baznas Gandeng Bappenas Optimalkan ZIS dengan DTSEN untuk Pemerataan Kesejahteraan
Baznas RI dan Kementerian PPN/Bappenas berkolaborasi memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk optimalkan ZIS, memastikan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah tepat sasaran demi kesejahteraan umat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi menjalin kerja sama strategis di Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di seluruh Indonesia.
Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pemerataan distribusi dana ZIS. Langkah ini diharapkan dapat menyalurkan dana secara lebih tepat sasaran.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menekankan pentingnya penggunaan DTSEN sebagai aset berharga. Data ini akan mempermudah identifikasi kelompok mustahik dan muzaki, mendukung mobilisasi serta pendayagunaan dana Baznas secara optimal.
Menggali Potensi ZIS Nasional yang Masih Luas
Sodik Mudjahid mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi ZIS yang sangat besar dari berbagai sektor. Sumber-sumber ini meliputi lembaga pemerintah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), serta institusi TNI-Polri.
Selain itu, sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, jasa, perdagangan, dan keuangan juga menyumbang potensi signifikan. Zakat perusahaan, dana sosial keagamaan, dan zakat profesi dari tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif turut menjadi fokus penghimpunan.
Potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri juga disoroti sebagai area yang belum tergarap maksimal. Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri dinilai strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menambahkan bahwa potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun. Namun, saat ini baru sekitar 10 persen yang berhasil direalisasikan, menunjukkan adanya ruang besar untuk peningkatan.
DTSEN sebagai Kunci Penyaluran ZIS Tepat Sasaran
Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi elemen krusial dalam kerja sama ini. Data ini mencakup informasi lengkap mengenai kelompok masyarakat yang termasuk mustahik (penerima) dan muzaki (pemberi zakat.
Dengan akses terhadap DTSEN, Baznas dapat melakukan penyaluran dana ZIS secara lebih efisien dan akurat. Hal ini memastikan bahwa bantuan zakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, sesuai syariat dan prinsip pemerataan.
Rachmat Pambudy menyatakan dukungan penuh Bappenas terhadap inisiatif ini. Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi yang berlaku.
Integrasi data sangat mungkin dilakukan, sepanjang sesuai dengan tujuan dan memiliki dasar hukum yang jelas. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung lembaga amil zakat.
Target Peningkatan dan Dukungan Pemerintah untuk Kesejahteraan Umat
Meskipun kinerja Baznas telah menunjukkan capaian positif, Rachmat Pambudy menilai masih ada ruang untuk peningkatan. Peningkatan penghimpunan ZIS perlu dilakukan secara bertahap, mengingat target jangka menengah yang ambisius namun realistis.
Dengan arahan Presiden, target penghimpunan ZIS dalam lima tahun ke depan diharapkan mencapai sekitar Rp162 triliun. Target ini dianggap sangat memungkinkan untuk dicapai, mengingat potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.
Bappenas menegaskan dukungannya kepada Baznas dalam mencapai potensi ZIS ini. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Kolaborasi antara Baznas dan Bappenas ini menjadi contoh sinergi antarlembaga pemerintah dalam upaya pembangunan sosial ekonomi. Optimalisasi ZIS melalui DTSEN diharapkan menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi.
Sumber: AntaraNews