Baznas Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Mekanik Z-Auto, Tingkatkan Profesionalisme Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z-Auto, menggelar pelatihan mekanik profesional untuk penerima manfaat di Jabodetabek.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui Program Z-Auto. Inisiatif ini berfokus pada pelatihan mekanik profesional bagi para mustahik, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di SMK Nasional Depok, Jawa Barat, pada tanggal 7-8 Mei 2026, diikuti oleh 30 orang penerima manfaat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta profesionalisme para mekanik, membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang lebih baik.
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, Program Z-Auto telah berhasil menjangkau 27 provinsi dan 90 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan para peserta.
Mengukuhkan Profesionalisme Mekanik Melalui Z-Auto
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa Program Z-Auto merupakan upaya serius untuk meningkatkan kompetensi para mekanik agar lebih profesional. Baznas memahami bahwa kemandirian tidak hanya dicapai dengan modal, namun juga melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan.
Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan intensif dan pendampingan berkelanjutan. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa para penerima manfaat memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di industri otomotif.
Dengan jangkauan yang luas, Program Z-Auto telah membuktikan efektivitasnya dalam memberdayakan mustahik di berbagai daerah. Kehadiran program ini menjadi angin segar bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha bengkelnya.
Bantuan Komprehensif dan Dampak Nyata Program Z-Auto
Untuk wilayah Jabodetabek saja, Baznas telah mengucurkan bantuan sebesar Rp600 juta, dengan nilai bantuan individu mencapai Rp20 juta per mustahik. Bantuan ini mencakup berbagai aspek penting seperti branding bengkel, pengadaan peralatan modern, modal usaha, serta biaya pelatihan yang komprehensif.
Salah satu penerima manfaat, Asep Hepnadi dari Jakarta, merasakan langsung transformasi signifikan pada bengkelnya setelah bergabung dengan Program Z-Auto. Ia mengaku sebelum bergabung, dirinya sering menghadapi komplain dan ketidakpuasan konsumen yang datang ke bengkelnya di kawasan Manggarai.
“Dulu kami pakai cara-cara manual (untuk mengecek kerusakan), kadang suka salah menganalisis. Misalnya, indikasi awal sensor CKP, ternyata setelah diganti baru masalahnya ada pada fuel pump. Itu bikin konsumen jengkel karena biaya jadi dobel,” ujar Asep. Semua itu terjadi karena keterbatasan alat dan metode analisis kerusakan motor.
Namun, sejak mendapatkan bantuan dari Baznas melalui program Z-Auto, terutama sejak mendapatkan bantuan berupa peralatan yang lebih modern, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalisasi dan pelayanan jauh lebih profesional.
Harapan dan Apresiasi dari Penerima Manfaat Z-Auto
Asep Hepnadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baznas RI atas bantuan program dan kesempatan berharga mengikuti pelatihan mekanik Z-Auto. “Saya berharap Baznas terus mengadakan pelatihan-pelatihan seperti ini agar kami semakin teliti dalam menganalisis kerusakan motor. Ini sangat penting bagi kami untuk menjaga kepercayaan konsumen,” ucapnya.
Selain itu, Asep juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Berkat zakat ini, kami bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dalam mencari nafkah untuk keluarga. Semoga rezeki para muzaki dilipatgandakan dan Baznas semakin mantap dalam membantu saudara-saudara kita di seluruh Indonesia,” tutur Asep Hepnadi.
Kesaksian Asep menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas mampu menciptakan dampak positif. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga memberdayakan individu untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Pelatihan yang berkesinambungan dan dukungan penuh dari Baznas diharapkan dapat terus melahirkan mekanik-mekanik profesional yang berdaya saing. Ini sejalan dengan visi Baznas untuk mewujudkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang efektif dan transparan.
Sumber: AntaraNews