DPR RI Dukung Penuh Penguatan Regulasi Baznas untuk Optimalkan Potensi ZIS Nasional

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyatakan dukungan terhadap penguatan regulasi Baznas. Langkah ini krusial untuk memaksimalkan potensi ZIS nasional dan mengentaskan kemiskinan, serta memastikan pengelolaan yang amanah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPR RI Dukung Penuh Penguatan Regulasi Baznas untuk Optimalkan Potensi ZIS Nasional
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyatakan dukungan terhadap penguatan regulasi Baznas. Langkah ini krusial untuk memaksimalkan potensi ZIS nasional dan mengentaskan kemiskinan, serta memastikan pengelolaan yang amanah. (AntaraNews)

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 14 Februari, menyoroti pentingnya langkah tersebut. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang sangat besar di Indonesia, yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.

Menurut Marwan, potensi ZIS yang signifikan memerlukan landasan kebijakan dan payung hukum yang lebih kuat. Hal ini penting agar proses penghimpunan dana dapat berjalan maksimal dan sesuai prinsip syariah. Selain itu, pengelolaan dana ZIS diharapkan mampu memberikan dampak luas dan positif bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam program-program sosial dan ekonomi.

Dukungan dari Komisi VIII DPR RI ini menunjukkan komitmen legislatif dalam memastikan pengelolaan ZIS yang efektif dan akuntabel. Penguatan regulasi diharapkan menjadi kunci utama untuk meningkatkan penerimaan zakat secara nasional. Dengan demikian, penyaluran dana dapat lebih fokus pada upaya pengentasan kemiskinan di berbagai daerah, menciptakan kemandirian ekonomi.

Marwan Dasopang menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI siap mendukung penuh penguatan regulasi dan undang-undang yang dibutuhkan Baznas. Dukungan ini bertujuan agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dari seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pengelolaan dana zakat diharapkan semakin efektif dan efisien dalam mencapai tujuan sosialnya.

“Kami siap mendukung penguatan regulasi dan undang-undang jika diperlukan, agar potensi ZIS dapat dihimpun secara optimal dan pengelolaannya semakin efektif,” kata Marwan. Ia menambahkan bahwa peningkatan pengumpulan zakat adalah kunci utama. Hal ini agar penyaluran zakat mampu mendorong perubahan nyata, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Pihak DPR juga menekankan pentingnya Baznas untuk terus meyakinkan masyarakat luas. Keyakinan ini terkait bahwa zakat yang dikelola benar-benar amanah dan memberikan dampak positif yang terukur. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga amil zakat resmi ini.

Marwan Dasopang memiliki harapan besar agar zakat benar-benar mampu mengangkat perekonomian masyarakat dari keterpurukan. Ia membayangkan skenario ideal di mana penerima zakat dapat berubah status dari miskin menjadi tidak miskin. Bahkan, lebih jauh lagi, diharapkan mereka dapat menjadi muzaki atau pemberi zakat di kemudian hari, menciptakan siklus kebaikan.

“Dampaknya akan luar biasa jika dikelola dalam satu gerakan yang terkoordinasi,” ujarnya. Koordinasi yang kuat antar lembaga, pemerintah, dan elemen masyarakat menjadi esensial. Hal ini untuk memastikan dana ZIS tersalurkan secara strategis, tidak hanya sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga produktif, dan memberikan efek domino positif bagi ekonomi lokal.

Legislator tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Baznas diakui sebagai lembaga resmi negara yang terpercaya dalam mengelola zakat sesuai syariat. Pengelolaannya dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

“Kami berharap masyarakat menunaikan zakat melalui Baznas. Dampaknya akan jauh lebih besar jika dikelola bersama dalam satu sistem yang kuat dan terintegrasi,” ucap Marwan. Kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang lebih besar dan efisien. Tujuannya untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan secara lebih efektif dan merata di seluruh Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi