Kalimantan Timur Genjot Modernisasi Transportasi Massal, Balikpapan Jadi Percontohan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serius memodernisasi transportasi massal untuk kelancaran mobilitas dan ekonomi, dengan program percontohan di Balikpapan menunjukkan hasil positif.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara bertahap mengimplementasikan program modernisasi layanan transportasi massal. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga serta mendukung geliat aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya transformasi besar di provinsi tersebut.
Mochammad Rayani, seorang pejabat di Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, menyatakan bahwa provinsi ini sedang melakukan transformasi besar. Transformasi ini untuk menyediakan transportasi perkotaan yang modern dan nyaman bagi masyarakat. Pada tahap awal, proyek transportasi massal ini masih mendapatkan dukungan pendanaan dari anggaran negara.
Program percontohan telah sukses diterapkan di Kota Balikpapan melalui layanan Balikpapan City Trans (Bacitra). Layanan ini berhasil menarik minat masyarakat dengan tingkat okupansi tinggi. Keberhasilan ini menjadi dorongan bagi daerah lain untuk mengikuti jejak modernisasi serupa.
Keberhasilan Program Bacitra di Balikpapan
Program Balikpapan City Trans (Bacitra) telah menjadi magnet bagi warga Kota Balikpapan. Layanan ini menunjukkan tingkat okupansi lebih dari 100 persen setiap hari. Sebanyak 21 unit bus Bacitra beroperasi setiap hari, melayani hingga 6.332 penumpang.
Meskipun biaya operasional akan ditanggung penuh oleh Kementerian Perhubungan hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Balikpapan sudah bersiap. Mereka akan mengambil alih pengelolaan mulai tahun 2027. Diperkirakan biaya operasional tahunan mencapai sekitar Rp22 miliar atau setara USD1,2 juta.
Persiapan pengalihan wewenang pengelolaan ini mencakup pengembangan infrastruktur pendukung secara bertahap. Salah satunya adalah pembangunan halte bus yang representatif. Dari total 125 halte yang direncanakan, sebanyak 33 halte telah rampung dibangun. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Samarinda Susun Rencana Transportasi Massal Modern
Menyusul keberhasilan Balikpapan, Dinas Perhubungan Kota Samarinda juga bergerak cepat. Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan studi kelayakan. Studi ini memetakan kebutuhan untuk tujuh rute utama dan enam rute pengumpan (feeder).
Penyediaan transportasi umum yang memenuhi standar pelayanan minimum menjadi kebutuhan mendesak di Samarinda. Sistem konvensional yang ada saat ini seringkali tidak memiliki waktu tunggu yang pasti. Kondisi ini mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi.
Manalu menambahkan bahwa upaya mendorong peralihan ke transportasi umum massal memiliki banyak manfaat. Selain dapat mengurangi biaya transportasi rumah tangga, langkah ini juga membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, modernisasi transportasi juga berkontribusi pada penurunan emisi kendaraan.
“Target kami adalah agar program transportasi massal di Samarinda dapat masuk dalam program Bappenas,” ujar Manalu. Dengan demikian, Samarinda berharap bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat pada tahun 2027.
Sumber: AntaraNews