Pemkot Banjarmasin Perluas Jangkauan Trans Banjarmasin, Tambah Dua Koridor Baru

Pemerintah Kota Banjarmasin berencana menambah dua koridor baru layanan Trans Banjarmasin pada 2026, menjangkau area strategis seperti Pelabuhan Trisakti dan Alalak. Simak detail rencana inovatif ini untuk transportasi umum yang lebih efisien.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Perluas Jangkauan Trans Banjarmasin, Tambah Dua Koridor Baru
Pemerintah Kota Banjarmasin berencana menambah dua koridor baru layanan Trans Banjarmasin pada 2026, menjangkau area strategis seperti Pelabuhan Trisakti dan Alalak. Simak detail rencana inovatif ini untuk transportasi umum yang lebih efisien. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi umum bagi warganya. Pada tahun 2026, Pemkot Banjarmasin akan menambah dua koridor layanan Trans Banjarmasin. Penambahan rute ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Bagjo, menyatakan bahwa rencana penambahan koridor ini sedang dimatangkan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota untuk menyediakan sistem transportasi publik yang efisien dan terjangkau. Masyarakat Banjarmasin akan segera menikmati perluasan jangkauan layanan Trans Banjarmasin.

Dua koridor baru ini akan melayani rute vital, yaitu menuju Pelabuhan Kapal Laut Trisakti Banjarmasin dan wilayah Alalak di Banjarmasin Utara. Keputusan ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan transportasi umum di kedua area tersebut, yang saat ini hanya dilayani oleh angkutan kota atau memiliki kepadatan penduduk tinggi.

Penambahan dua koridor layanan Trans Banjarmasin akan fokus pada rute strategis yang memiliki mobilitas tinggi. Salah satu rute yang akan dibuka adalah menuju Pelabuhan Kapal Laut Trisakti Banjarmasin, yang saat ini hanya dilayani oleh angkutan kota. Pembukaan rute ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas bagi para pekerja dan penumpang kapal.

Koridor kedua akan menjangkau wilayah Alalak di Banjarmasin Utara, area yang dikenal padat penduduk dan memiliki dermaga penyeberangan. Dengan adanya layanan Trans Banjarmasin di Alalak, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman. Rencana ini menunjukkan komitmen Pemkot Banjarmasin dalam pemerataan akses transportasi publik.

Berbeda dengan empat koridor Trans Banjarmasin yang sudah ada dan menggunakan armada bus besar, dua koridor baru ini sedang dipertimbangkan untuk menggunakan armada mobil yang lebih kecil. Slamet Bagjo menjelaskan bahwa pertimbangan ini terutama berlaku untuk rute ke wilayah Alalak. Penggunaan armada yang lebih kecil dinilai lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik jalan serta kepadatan di area tersebut.

Untuk memastikan efisiensi anggaran, Pemkot Banjarmasin juga mempertimbangkan skema kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengadaan dan operasional armada. Slamet Bagjo mengungkapkan bahwa Pemkot tidak akan membeli mobil baru, melainkan hanya membeli layanan dari pihak ketiga. Langkah ini dianggap lebih efektif untuk efisiensi anggaran pengadaan armada dan perawatannya, tanpa mengurangi kualitas layanan.

Kerja sama dengan pihak ketiga ini juga mendapat dukungan penuh dari legislatif Kota Banjarmasin. Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menyatakan bahwa skema ini sangat efektif untuk kondisi saat ini. Menurutnya, selama ini perawatan armada bus Trans Banjarmasin yang dimiliki Pemkot seringkali merepotkan jika terjadi kerusakan.

Dukungan dari DPRD menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pengelolaan transportasi publik. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada dan menjalin kemitraan, Pemkot Banjarmasin dapat memperluas layanan tanpa membebani anggaran secara berlebihan. Strategi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan transportasi publik di kota-kota lain.

Layanan transportasi umum Trans Banjarmasin dikenal dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp2.000 bagi pelajar dan Rp3.000 bagi masyarakat umum. Tarif yang ekonomis ini membuat Trans Banjarmasin menjadi pilihan utama bagi banyak warga. Keterjangkauan ini mendukung mobilitas masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, layanan Trans Banjarmasin juga berkontribusi pada pendapatan daerah. Pemkot Banjarmasin dilaporkan mendapatkan pendapatan hingga mencapai Rp400 juta per tahun dari operasional Trans Banjarmasin. Angka ini menunjukkan bahwa layanan transportasi publik yang terkelola dengan baik dapat juga menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah.

Perluasan koridor Trans Banjarmasin tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas tetapi juga berpotensi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini dapat berkontribusi pada pengurangan kemacetan dan polusi udara di kota. Dengan demikian, inisiatif ini mendukung terciptanya lingkungan kota yang lebih bersih dan nyaman bagi seluruh warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi