Baznas Kepri Tetapkan Target ZIS Rp16 Miliar pada 2026, Optimistis Tercapai
Baznas Kepri menargetkan perolehan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Rp16 miliar pada 2026. Target ZIS Baznas Kepri ini meningkat, namun optimis tercapai demi kesejahteraan umat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menetapkan target ambisius untuk perolehan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Target ZIS Baznas Kepri pada tahun 2026 mencapai Rp16 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dari target tahun 2025 sebesar Rp15 miliar. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Baznas Kepri, Arusman Yusuf, di Tanjungpinang pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Kenaikan target ini mencerminkan optimisme Baznas Kepri dalam mengumpulkan dana sosial keagamaan dari masyarakat. Meskipun target terus meningkat setiap tahun, Baznas Kepri yakin dapat mencapai angka tersebut. Keyakinan ini didasari oleh keberhasilan pencapaian target penerimaan ZIS pada tahun sebelumnya.
Dana ZIS yang terkumpul ini memiliki peran vital dalam mendukung berbagai program kesejahteraan masyarakat di Kepri. Baznas Kepri berupaya keras untuk memastikan setiap dana yang terkumpul dapat memberikan dampak positif. Peningkatan target ini diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sosial bagi mereka yang membutuhkan.
Fokus pada Peningkatan Target ZIS dan Optimisme Baznas Kepri
Peningkatan target ZIS Baznas Kepri menjadi Rp16 miliar pada tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk memperbesar dampak positif pada masyarakat. Kepala Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menegaskan bahwa target zakat memang terus meningkat setiap tahunnya. Namun, pihaknya tetap optimistis target tersebut bisa tercapai, mengingat keberhasilan pencapaian target pada tahun sebelumnya.
Sejauh ini, penerimaan ZIS di Kepri masih didominasi oleh zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Kontribusi dari ASN, terutama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, mencapai angka yang signifikan. Setiap bulannya, dana yang terkumpul dari zakat profesi ASN bisa mencapai Rp500 juta.
Selain ASN, Baznas juga menerima zakat dari perusahaan swasta dan muzaki perorangan. Dana infak dan sedekah juga menjadi komponen penting dalam total perolehan ZIS. Diversifikasi sumber penerimaan ini menunjukkan potensi besar untuk terus meningkatkan jumlah dana yang dapat dihimpun Baznas Kepri.
Strategi Baznas Kepri dalam Mengoptimalkan Pengumpulan ZIS
Untuk mencapai target ZIS Baznas Kepri yang ambisius, Baznas Kepri telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi secara masif ke dinas-dinas yang belum maksimal dalam pembayaran zakat. Upaya ini juga menyasar perusahaan dan muzaki perorangan agar partisipasi mereka meningkat.
Baznas Kepri juga meluncurkan program inovatif bernama Gerakan Gemar Berinfak (Gempak) Gen-Z. Program ini secara khusus menyasar anak-anak sekolah mulai dari tingkat SMA/SMK/SLB/MAN, baik negeri maupun swasta. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran berinfak sejak dini di kalangan generasi muda.
Implementasi Gempak Gen-Z dilakukan dengan menyebarkan kotak infak ke sekolah-sekolah. Dana infak yang terkumpul kemudian akan dikembalikan lagi ke sekolah bersangkutan. Pengembalian dana ini bertujuan untuk menunjang program-program positif atau memperbaiki fasilitas yang rusak, seperti kamar mandi, di lingkungan satuan pendidikan.
Mempermudah akses pembayaran zakat juga menjadi prioritas Baznas Kepri. Mereka telah menyiapkan konter pelayanan pembayaran zakat di pusat-pusat keramaian, seperti mal, pelabuhan, dan bandara. Selain itu, pembayaran zakat juga dapat dilakukan secara daring melalui situs web resmi baznaskepri.org, memberikan kemudahan bagi masyarakat modern.
Pemanfaatan Dana ZIS untuk Kesejahteraan Masyarakat
Seluruh perolehan dana ZIS yang dihimpun oleh Baznas Kepri memiliki tujuan mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana ini disalurkan melalui berbagai program bantuan sosial yang terstruktur. Program-program ini dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Beberapa program unggulan Baznas Kepri meliputi beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. Selain itu, ada juga bantuan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong kemandirian ekonomi. Bantuan juga diberikan kepada para dai atau pendakwah yang bertugas menyiarkan agama Islam di daerah terpencil, memastikan syiar Islam tetap tersebar luas.
Tidak hanya itu, Baznas Kepri juga memberikan bantuan di sektor kesehatan dan penanggulangan bencana alam. Hal ini menunjukkan komitmen Baznas untuk hadir dalam situasi darurat dan memberikan dukungan medis yang diperlukan. Semua program ini membuktikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan umat.
Arusman Yusuf menegaskan bahwa pada tahun 2025, seluruh dana ZIS yang terkumpul telah disalurkan kepada masyarakat melalui program-program unggulan Baznas Kepri. Dengan demikian, Baznas Kepri terus berupaya meningkatkan penerimaan zakat dengan harapan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews