Gubernur NTB Ajak Warga Perkuat Solidaritas Idul Fitri 1447 Hijriah
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerukan kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas Idul Fitri dan pengendalian diri, menekankan pentingnya kepedulian sesama dan pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Barat.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan pengendalian diri. Seruan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang penuh berkah. Ajakan ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan penting ini disampaikan Iqbal di hadapan ribuan jamaah shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB di Mataram, pada hari Sabtu. Kehadiran ribuan jamaah menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemenangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyoroti bahwa Ramadhan telah mendidik umat untuk menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial. Oleh karena itu, semangat berbagi dan kepedulian harus terus dihidupkan, tidak hanya selama bulan puasa. Ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan NTB yang lebih baik.
Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan
Gubernur Iqbal mengakui bahwa suasana Ramadhan menghadirkan kedamaian yang menyejukkan hati, dari sahur yang hangat hingga lantunan ayat suci Al-Quran yang menggema. Kebersamaan saat berbuka puasa juga menjadi momen yang mempererat tali silaturahmi. Momen-momen ini menciptakan suasana spiritual yang mendalam.
Lebih dari sekadar mengisi kekosongan hati, Ramadhan disebut sebagai madrasah kehidupan yang menumbuhkan kesabaran dan memperhalus akhlak. Bulan suci ini juga menumbuhkan rasa empati yang kuat kepada sesama. Ini adalah waktu untuk introspeksi dan perbaikan diri secara menyeluruh.
Di dalamnya tersimpan keindahan kebersamaan, keistimewaan keberkahan, dan kebahagiaan batin yang menjadikan setiap insan merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Selain itu, Ramadhan juga mendorong kepedulian terhadap sesama manusia. Nilai-nilai luhur ini menjadi bekal berharga untuk kehidupan pasca-Ramadhan.
Pentingnya Berbagi dan Mengatasi Kemiskinan
Islam mengajarkan bahwa keberkahan hidup tidak semata-mata pada apa yang dikumpulkan, melainkan pada apa yang dibagikan kepada sesama. Semangat berbagi ini memiliki makna yang sangat dalam bagi perjuangan membangun NTB. Gubernur Iqbal menekankan pentingnya membantu sesama yang membutuhkan.
Iqbal menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara di NTB yang hidup dalam keterbatasan dan berjuang memenuhi kebutuhan dasar keluarganya. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan menjadi tugas kemanusiaan sekaligus amanah moral bagi semua pihak. Kemiskinan dianggap sebagai akar dari semua masalah sosial.
Menurutnya, tidak mungkin berbicara tentang kemajuan, pariwisata kelas dunia, ekonomi yang tumbuh kuat, atau generasi emas NTB, jika masih ada masyarakat yang tertinggal. Pembangunan harus mengangkat yang lemah, memberdayakan yang tertinggal, dan membuka harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Ini adalah visi pembangunan yang inklusif.
Membangun NTB dengan Semangat Kebersamaan
NTB dianugerahi limpahan potensi, mulai dari tanah subur, laut luas, budaya kuat, hingga masyarakat dengan semangat gotong royong yang luar biasa. Potensi besar ini hanya akan menjadi kekuatan jika dikelola bersama dengan semangat kebersamaan dan keadilan sosial. Kolaborasi menjadi kunci utama.
Di sinilah nilai-nilai Ramadhan dan Idul Fitri menemukan relevansinya, kata Iqbal. Zakat, infak, dan sedekah, selain menjadi ibadah individual, juga berfungsi sebagai instrumen sosial yang mampu menggerakkan solidaritas umat. Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa jika nilai-nilai ini benar-benar dihidupkan, maka tidak akan ada masyarakat yang merasa sendirian menghadapi kesulitan hidup. Kemenangan sejati Idul Fitri bukan hanya menyelesaikan puasa, melainkan menjadi lebih baik, lebih peduli, dan lebih ringan tangan untuk berbagi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial.
Sumber: AntaraNews