Pesan Gubernur NTB: Isra Mi'raj Momentum Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Solidaritas Sosial
Gubernur NTB Ajak Jaga Lingkungan dan perkuat solidaritas sosial di momen Isra Mi'raj. Ia menyoroti pentingnya menjaga alam dan persatuan di tengah berbagai musibah yang melanda.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak seluruh lapisan masyarakat setempat untuk senantiasa menjaga lingkungan. Ajakan ini disampaikan dalam momentum peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Mataram. Pesan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian alam dan penguatan solidaritas sosial di tengah tantangan yang ada.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menekankan bahwa peringatan Isra Mi'raj memiliki makna mendalam yang relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyoroti hikmah dari peristiwa besar tersebut, termasuk penerimaan mandat salat lima waktu dan surah Al-Fatihah, serta dua ayat terakhir surah Al-Baqarah. Ayat 286 surah Al-Baqarah, menurutnya, sangat berkaitan dengan situasi yang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya NTB.
Peringatan ini menjadi pengingat bagi setiap individu untuk merenungkan kembali tindakan terhadap lingkungan dan sesama. Gubernur Iqbal berharap agar masyarakat dapat mengambil pelajaran berharga dari Isra Mi'raj. Hal ini untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap keberlanjutan alam dan memiliki rasa persatuan yang kuat.
Hikmah Isra Mi'raj dan Tanggung Jawab Lingkungan
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa Isra Mi'raj adalah peristiwa penting yang mengandung banyak hikmah bagi kehidupan manusia. Salah satu hikmah terbesar adalah penerimaan perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Selain itu, Rasulullah juga menerima surah Al-Fatihah dan dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, yakni ayat 286.
Ayat 286 surah Al-Baqarah, menurut Iqbal, sangat relevan dengan kondisi Indonesia dan NTB yang sedang menghadapi berbagai musibah. Ayat ini mengingatkan bahwa Allah SWT tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kemampuannya. Namun, hal ini juga menuntut solidaritas sosial dan kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Ia mencontohkan bencana yang melanda saudara-saudara di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, serta banjir di Sekotong Lombok Barat. Semua musibah ini menjadi ujian bagi bangsa. Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa bencana-bencana ini seringkali merupakan dampak dari tindakan manusia yang kurang bijak terhadap alam.
Solidaritas Sosial di Tengah Bencana
Menyikapi musibah yang terjadi, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya solidaritas dari seluruh kalangan masyarakat. Solidaritas ini setidaknya dapat diwujudkan dengan mengirimkan doa bagi mereka yang tertimpa musibah. Harapannya, mereka diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam proses pemulihan agar dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa dalam menghadapi cobaan, dukungan moral dan spiritual sangatlah berarti. Ayat Al-Baqarah 286 memberikan kekuatan bahwa setiap beban yang diberikan tidak akan melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Oleh karena itu, saling menguatkan dan berdoa adalah langkah awal yang krusial.
Gubernur Iqbal mengajak masyarakat untuk berkomitmen berbuat lebih baik dalam hubungan dengan lingkungan dan sesama. Solidaritas dan semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan, terutama saat bencana melanda. Kesadaran ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua akan pertanggungjawaban atas perbuatan terhadap lingkungan dan sesama.
Komitmen Menjaga Lingkungan untuk Masa Depan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara tegas mengingatkan bahwa bencana alam yang kerap terjadi merupakan konsekuensi dari tindakan yang kurang bijak terhadap lingkungan. Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua untuk segera mengubah pola perilaku. Melestarikan lingkungan bukan hanya pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus diemban oleh setiap individu.
Komitmen untuk menjaga lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Hal ini mencakup pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, menjaga kebersihan sungai, serta tidak melakukan perusakan hutan. Setiap langkah kecil dalam menjaga lingkungan akan berkontribusi besar terhadap keberlangsungan alam dan kesejahteraan bersama.
Dengan melestarikan lingkungan, kita dapat meminimalisir risiko terjadinya bencana di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Gubernur Iqbal berharap agar kesadaran ini terus tumbuh dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat NTB.
Sumber: AntaraNews