Baznas Riau Himpun Rp18,45 Miliar Zakat hingga Awal Mei 2026, Target Ambisius Rp70,4 Miliar
Baznas Riau berhasil menghimpun zakat Rp18,45 miliar hingga awal Mei 2026. Dana ini disalurkan untuk program kemanusiaan dan pemberdayaan, dengan target ambisius Rp70,4 miliar tahun ini.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau mencatat pencapaian signifikan dalam penghimpunan zakat tahun 2026. Hingga awal Mei, total dana zakat yang berhasil dikumpulkan telah mencapai Rp18,45 miliar. Angka ini menunjukkan rata-rata penghimpunan bulanan yang konsisten di kisaran Rp4,5 miliar.
Ketua Baznas Provinsi Riau, Masriadi Hasan, menegaskan komitmen lembaganya untuk menyalurkan dana tersebut secara langsung kepada mereka yang berhak (mustahik). Sejauh ini, total dana yang telah didistribusikan mencapai Rp17,8 miliar. Penyaluran ini dilakukan melalui berbagai program strategis yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dana zakat yang terhimpun ini dialokasikan untuk beragam kebutuhan mendesak. Mulai dari pemenuhan sandang, pangan, dan papan hingga dukungan pendidikan. Selain itu, Baznas Riau juga fokus pada pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta pembinaan dakwah di wilayah terpencil.
Fokus Penyaluran Zakat Baznas Riau untuk Kesejahteraan Umat
Alokasi terbesar dari dana zakat yang terkumpul diserap oleh Program Riau Peduli. Program ini telah menyalurkan Rp8,4 miliar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Bantuan tersebut mencakup sandang, pangan, dan papan, memastikan mustahik mendapatkan dukungan esensial.
Selain bantuan dasar, sektor pendidikan juga menjadi prioritas utama Baznas Riau melalui Program Riau Cerdas. Dana sebesar Rp6,2 miliar telah dialokasikan untuk beasiswa pendidikan. Program ini juga mencakup pelunasan utang pendidikan serta perbaikan sarana sekolah di berbagai daerah.
Baznas Riau juga aktif membiayai operasional tiga Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah. Ponpes ini berlokasi di wilayah pesisir dan terpencil, seperti Pulau Mendol (Pelalawan), Rupat Utara (Bengkalis), dan Pulau Rangsang (Kepulauan Meranti). Dukungan ini penting untuk memastikan akses pendidikan agama yang merata.
Pemberdayaan Ekonomi dan Kesehatan Melalui Program Zakat Baznas Riau
Pemberdayaan ekonomi menjadi fokus penting dalam Program Riau Makmur yang diinisiasi Baznas Riau. Pihaknya telah menyalurkan Rp1 miliar sebagai modal usaha bagi kaum dhuafa. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik dan mengurangi angka kemiskinan.
Bidang kesehatan juga tidak luput dari perhatian Baznas Riau melalui Program Riau Sehat. Dana sebesar Rp1,2 miliar telah terserap untuk bantuan biaya pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini membantu meringankan beban finansial pasien dari keluarga kurang mampu.
Terakhir, Program Riau Dakwah dialokasikan sebesar Rp1 miliar untuk pembinaan mualaf dan bantuan bagi para dai. Para dai ini bertugas di daerah pedalaman Riau, memastikan syiar Islam tetap tersebar luas. Program ini mendukung penyebaran nilai-nilai keagamaan di komunitas terpencil.
Target Ambisius Baznas Riau untuk Penghimpunan Zakat 2026
Untuk tahun 2026, Baznas Riau telah menetapkan target penghimpunan zakat yang cukup ambisius. Target tersebut mencapai Rp70,4 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar Rp10 miliar dibandingkan realisasi capaian pada tahun 2025 lalu.
Ketua Baznas Provinsi Riau, Masriadi Hasan, menjelaskan bahwa target penerimaan tahun ini memang lebih tinggi. "Target penerimaan tahun ini memang lebih tinggi sekitar Rp10 miliar dari tahun lalu," ucap Masriadi. Peningkatan target ini didasari potensi zakat yang masih besar di Riau.
Selain dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Baznas Riau juga terus menggali potensi zakat dari masyarakat umum. "Kami memohon doa dan dukungan agar amanah ini bisa terkumpul sesuai target," tambah Masriadi. Upaya ini melibatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya berzakat.
Sumber: AntaraNews